Begini Jawaban Lumayan Nyleneh Mahfud MD Soal Pertanyaan Kenapa Ahok Tak Ditahan

SuaraNetizen.com -  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD aktif meladeni pertanyaan netizen via Twitter, Kamis (1/12/2016).

Kali ini kasus yang sedang heboh soalBasuki Tjahaja Purnama (Ahok) Gubernur DKI Jakarta nonaktif yang jadi tersangka kasus penistaan agama.

Mahfud MD menjawap pertanyaan netizen dengan singkat dan lugas.

Misalnya pertanyaan tentang kenapa Ahok tidak ditahan.

Akun Twitter #AksiBelaIslamIII @SammyAreta memang tak menulis nama Ahok secara langsung, namun pertanyaannya ditengarai mengarah pada kondisi Ahok saat ini.

"Pak prof @mohmahfudmd , ini ada kasus pidana, berkas perkaranya sudah P21 ancaman 5th penjara. Tp kenapa tersangkanya tdk ditahan? @saididu," tanya akun tersebut.

Mahfud langsung menjawab dengan membalas tweet tersebut.

"Ruang tahanan sdh penuh. Jatah makan jg sdh habis." Balas Mahfud MD.

Cuitan Mahfud MD ini pun jadi viral ada 86 yang retweet bahkan banyak yang berikan tanggapan.

Tak hanya soal penahanan, Mahfud pun membalas pertanyaan lain tentang kasus Ahok.

"@mohmahfudmd @YuricoStanza lalu dalam kasus Ahok menurut anda gimana seharusnya?" Tweet akun Cak Sugeng ‏@_geng .

Pertanyaan netizen tersebut lalu dijawab Mahfud begini.

"Terserah masing2 saja. Setiap orang boleh memilih caranya sendiri2. Tak ada yg baku. Kalau yg mau demo ya demo. Kalau sy ya berdoa dari rmh." Tulisnya.

Netizen lain kemudian bertanya pula terkait tudingan penghinaan pada Ahok.

"Krusakan apakh pd agama islam akibt ucapan Ahok? Apakh kemuliaan Al Quran brkurang? Apakh ulama2 yg mulia mnjd hina? Apa prof? @mohmahfudmd," tweet akun zulian ‏@zul1an.

"Ya, lihat saja nanti di pengadilan. Kan ada pembuktian hukum di sidang terbuka. Kalau tak terbukti ya bebas; kalau terbukti ya dihukum." Jawab Mahfud singkat.

Kasus Ahok

Seperti diketahui Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus penistaan agama.

Ahok dalam lawatannya ke Kepulauan Seribu terpeleset lidah dan menyebut sebuah ayat di Al Quran yang dinilai menyinggung umat Islam.

Polisi telah menetapkan status Ahok menjadi tersangka dan berkas kasus telah P21 atau telah selesai lalu diserahkan pada kejaksaan hari ini, Kamis (1/12/2016).

Setelah dilimpahkan ke kejaksaan Ahk pun tidak ditahan.

Alasan Kejagung tak menahan Ahok

Kejaksaan Agung tidak menahan tersangka kasus dugaan penistaan agama, Ahok setelah dilakukan pelimpahan tahap dua, tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan dari Bareskrim Polri.

Seperti dilaporkan reporter Theresia Felisiani Tribunnews.com, Kapuspenkum Kejagung, M Rum membenarkan Ahok tidak ditahan atas alasan pertimbangan diantaranya kooperatif.

"Prosesi tahap dua sudah selesai dilakukan, kami memang tidak melakukan penahanan pada tersangka, karena penyidik Bareskrim sudah melakukan pencekalan dan sampai saat ini masih berlaku," ungkap M Rum di Kejagung.

‎M Rum melanjutkan lantaran oleh penyidik Bareskrim selama proses penyidikan Ahok tidak ditahan maka sesuai dengan SOP, Kejaksaan juga tidak melakukan penahanan.

"Sesuai SOP di kami kalau penyidik Bareskrim tidak ‎melakukan penahanan, kami juga. Jaksa peneliti juga berpendapat tidak menahan Ahok karena tersangka selama di Bareskrim selalu kooperatif," tambah M Rum. (Tribunnews)

loading...