Ubah tulisan lambang OSIS jadi ISIS, siswa SMP ini dihukum polisi begini

SuaraNetizen.com - Ingat ya guys jika kalian melihat dan membaca seperti ini artinya bukan untuk ditiru.

Tugas sebagai seorang siswa adalah belajar, bukan kah begitu?

Memang masa remaja tidak bisa terhindar sepenuhnya dari sifat nakal.

Tapi sepertinya kenakalan anak remaja saat ini sudah terlalu berlebihan.

Perlu ada tindakan efektif dan berkelanjutan untuk menanggulangi kenakalan anak remaja di era sekarang ini.

Berikut ini salah satu kabar terbaru yang cukup membuat malu dunia pendidikan Indonesia.

Dilansir dari TribunKaltim.com bahwa jajaran kepolisian dari Sat Sabhara Polresta Samarinda kembali mengangkut pelajar ke truk Dalmas, karena kedapatan bolos sekolah.

Ada 8 siswa yang diamankan menuju Mapolresta Samarinda.

Mereka terdiri dari 4 anak SMA dan 4 anak SMP.

Para pelajar ini kedapatan membolos dan sedang bermain di warnet yang terdapat di Jalan Danau Jempang dan Jalan Kemakmuran.

Lebih parahnya lagi, disaku beberapa siswa ditemukan bungkus rokok yang masih terisi.

Selain itu didapati juga siswa yang rambutnya disemir pirang.

Hal yang paling membuat polisi ikut prihatin adalah terdapat dua siswa SMP yang mengganti tulisan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) di kantong baju seragamnya menjadi tulisan ISIS.

Berdasarkan pengakuan siswa tersebut, dia hanya iseng mengganti tulisan OSIS menjadi ISIS.

Dirinya mengaku sama sekali tidak berkeinginan untuk menjadi terorisme.

"Hanya iseng saja, tidak ada maksud apa-apa. Saya terlambat masuk sekolah, jadi main game di warnet," begitu kata NF (12) siswa kelas VIII SMP Swasta ketika ditanya oleh TRIBUNKALTIM.CO, Senin (6/11/2016).

Akibatnya mereka harus menerima hukuman dari pihak kepolisian.

Mereka dijemur di lapangan Mapolresta Samarinda, disuruh baris berbaris, menyanyikan lagu wajib nasional, hingga menghapal perkalian.

Ingat ya guys, ini tidak untuk ditiru.

(kaltim.tribunnews.com/SN)

loading...