Tarung Dipengadilan, Ruhut: 1000 Pengacara Siap Dampingi Ahok


Jakarta - Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang telah dijadikan tersangka kasus penodaan agama sesuai pasal 156a KUHP muncul di Mabes Polri Selasa (22/11).

Pria asal Bangka Belitung itu datang untuk memenuhi panggilan Bareskrim sebagai tersangka. Namun Ahok yang datang sekitar pukul 08.56 itu tak memberi pernyataan pada wartawan. Dia datang dengan sejumlah pengacara dan pendampingnya.

Menurut jubir tim sukses Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, tim hukum yang mendampingi Ahok mewakili empat partai pendukung dan ditambah satu dari PPP.

"Kita tahu PPP ada dua, (yang datang ini) dari PPP Pak Djan Farif. Juga ada (lawyer) sahabat kita, Golkar, dari Nasdem, Hanura. Saya banyak sekali dihubungi lawyer se-letting saya yang sudah 35-40 tahun sebagai advokat, saya mohon maaf, saya sebagai juru bicara kita gak bisa menampung semua," kata Ruhut di Mabes Polri.

Kalau dihitung, politisi Partai Demokrat itu mengaku, "sudah ada ratusan bahkan 1000 lawyer mau mendampingi Pak Ahok. Saya bilang mohon doanya saja. Membuat saya terharu siapapun yang membantu Pak Ahok ini, maaf saja, tidak ada 'UUD', tidak ada ujung-ujungnya duit, terus terang saja."

Di rumah pemenangan Ahok di Jalan Lembang, masih kata Ruhut, artis dan semua orang berdatangan. Begitu juga banyak sekali penyumbang. Mungkin femonena Ahok menurut Ruhut sangat lain dari pencalonan manapun di Indonesia maupun di dunia.

"Pak Ahok gak ngeluarin uang, semua patungan dari rakyat, datang ke kami ada yang memberi Rp 10.000, Rp 50.000 sampai ada yang membantu sedemikian banyak. Jadi ya mereka merasakan Ahok-Djarot bagian dari mereka," paparnya. (Beritasatu)
loading...