Sri Mulyani: Kemampuan Indonesia Membayar Utang Jauh Lebih Baik dari Jepang dan AS


Jakarta - Meskipun mengakui nominal utang luar negeri pemerintah meningkat, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan Indonesia sekarang lebih mampu membayar utang-utangnya dibanding sebelumnya.

Kemampuan itu tercermin dari rasio utang atas produk domestik bruto (PDB) yang relatif lebih rendah dari era sebelumnya.

Menurut data yang dikutip Menkeu, 10 tahun lalu utang RI hanya US$ 132 miliar, namun PDB juga sangat rendah yaitu US$ 364 miliar, sehingga rasio utang terhadap PDB adalah 36%. Tahun ini, utang melonjak menjadi US$ 300 miliar, tetapi PDB naik dua kali lipat lebih menjadi sebesar US$ 861 miliar, sehingga rasionya hanya 34%.

Dengan pemahaman ini, kata Sri Mulyani, utang Indonesia sebetulnya lebih kecil dari sebelumnya meskipun nominalnya lebih besar.

Sebagai catatan, negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat memiliki rasio utang terhadap PDB di atas 100%, sehingga dalam perspektif ini kemampuan membayar utang Indonesia jauh lebih baik.

"Tidak pernah terjadi kekhawatiran apakah kita bisa bayar atau tidak, karena kalau masyarakatnya makin makmur, ekonominya makin besar, kemampuan membayar utangnya menjadi lebih bagus," kata Sri Mulyani ketika menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Nasional Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta, Sabtu (19/11).

Yang perlu dilakukan adalah menggenjot pertumbuhan ekonomi, kalau bisa mencapai 6%, dan mengendalikan tingkat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, ujarnya. (Beritasatu.com/SN)
loading...