Saat Dilantik Jadi Ketua DPR, Setnov 2 Kali Salah Ucapkan Sumpah


JAKARTA - Rapat paripurna DPR yang digelar Rabu (30/11) telah menyetujui Setya Novanto sebagai ketua di lembaga wakil rakyat itu menggantikan Ade Komarudin. Setnov -sapaan Novanto- pun langsung diambil sumpahnya untuk menjadi ketua DPR yang baru.

Namun, ada hal yang mengusik saat Novanto mengucapkan sumpah sebagai ketua DPR. Ketua umum Golkar itu mengucap sumpah dengan dipandu oleh dipandu oleh pelaksana harian (Plh) Ketua Mahkamah Agung (MA) Suhadi.

Sayangnya, pengucapan sumpah jabatan yang diucapkan Novanto tak mulus. Dia harus dipandu sampai tiga kali karena tidak menyebut secara utuh kalimat sumpah sebagaimana dituntun hakim MA.

Berikut kalimat sumpahnya:
Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai ketua dewan perwakilan rakyat dengan sebaik-baiknya, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman kepada Pancasila dan undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945.

Bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi kehidupan demokrasi, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, daripada kepentingan pribadi, seseorang, dan golongan.

Bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional, demi kepentingan bangsa, dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Namun, Setnov salah mengucapkan sumpah pada kalimat terakhir karena tidak menyebut kata ‘negara'. "Dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Suhadi.

Namun, Novanto hanya mengucapkan "Dan kesatuan Republik Indonesia".

Setya Novanto. Foto: dokumen JPNN.Com

Saat dituntun mengulangi kalimat serupa, Novanto masih salah. "Dan kepentingan negara kesatuan Republik Indonesia," ujar Novanto mengulangi.

Baru setelah diminta mengulangi ketiga kalinya, Novanto mengucapkan dengan benar. "Dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,"‎ kata Novanto.

Dalam sambutan selesai pengambilan sumpah jabatan, Novanto berjanji akan menjalankan amanah yang diberikan kepada dirinya. Termasuk meningkatkan hubungan dengan lembaga-lembaga negara.

"Insya Allah saya bersama pimpinan DPR lainnya akan menjalankan amanah ini. Kami akan meningkatkan hubungan lebih produktif dengan seluruh lembaga negara khususnya Presiden Republik Indonesia," tutur politikus yang pernah lengser dari posisi ketua DPR karena kasus Papa Minta Saham itu.(fat/jpnn)

loading...