Relawan Muslim Bali siapkan 3 Bus Berangkatkan Peserta Demo 4 November

DENPASAR - Umat Islam di Bali tidak mau ketinggalan untuk turut serta melakukan aksi demo penjarakan Ahok yang telah menistakan agama Islam. Hujatan Ahok terhadap surah Al Maidah ayat 51, dinilai telah menghina agama Islam.

"Kami juga akan bergabung ke Jakarta untuk menuntut ditegakkannya hukum terhadap penista agama secara adil," kata Koordinator Relawan Muslim Bali, Jawas Sokan. Kepada Republika.co.id di Denpasar, Senin (31/10), Jawas mengatakan, hingga saat ini sudah ada 45 orang yang mendaftar untuk berangkat. Sementara sebutnya, masih ada beberapa titik lagi yang sedang melakukan inventarisasi peserta dan diperkirakan jumlahnya mencapai 150-an orang.

"Tapi kami sudah menyiapkan tiga bus untuk keberangkatan teman-teman," kata Jawas Sokan. Dikatakannya, tim pemberangkatan telah menghimpun dana secara mandiri, baik melalui peserta yang akan berangkat ke Jakarta, maupun simpatisan yang berhalangan berangkat. Untuk sementara sebutnya, dana sudah mencukupi dan sudah bisa digunakan untuk biaya transportasi, konsumsi dan juga untuk akomodasi.

Menurut Jawas, relawan Muslim Bali akan berangkat ke Jakarta untuk waktu selama lima hari, yakni dua hari perjalanan dan tiga hari di Jakarta. Namun bila memang diperlukan, maka waktunya akan ditambah sesuai dengan keperluan.

Ketua Pengurus Wilayah Perhimpunan Keluarga Besar  Pelajar Islam Indonesia (PW PKB PII) Bali, Bambang Sugiarto mengatakan, pihaknya juga telah siap berangkat ke Jakarta untuk menuntut keadilan hukum terhadap Ahok. Menurut Bambang, bukan hanya ummat Islam di Jakarta, tetapi juga di Bali, ikut terluka oleh ucapan Ahok.

"Kami siap berangkat dan nanti di Jakarta akan bergabung dengan PKB PII dari berbagai daerah," kata Bambang. Selain relawan Muslim Bali dan PW PKB PII Bali, sejumlah jamaah mushala dan masjid juga telah menyiapkan diri untuk berangkat. Sebagian mereka menyatakan akan menggunakan transportasi udara untuk ke Jakarta.

"Sebagian dari kami akan ke Jakarta lewat jalur udara," kata mantan Kades Kampung Islam Kusamba, Kabupaten Klungkung, Amak Syaifullah. (REPUBLIKA.CO.ID)

loading...