Polri: Pengebom Di Gereja Oikumene Samarinda Simpatisan ISIS


SuaraNetizen.com - Pengeboman yang terjadi di Gereja Oikumene, Samarinda Seberang Resort Merak Samarinda, Kota Kalimantan Timur, menewaskan seorang anak balita bernama Intan Olivia. Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Boy Rafly Amar mengatakan pelaku pengeboman berbaiat ke ISIS.

"Dengan dokumen yang ada, simbol-simbol yang ada, barang bukti yang ada, mereka dapat dikatakan dikategorikan (bagian dari ISIS). Ya bisa disebut mereka kelompok yang berbaiat kepada ISIS," kata Boy usai menghadiri acara Tabligh Akbar di Masjid Jami Al Riyadh, Jl Kembang Nomor 6, Kwitang, Jakarta, Minggu (20/11).

Menurut Boy, kendati tak direkrut dan dilatih di negara Irak dan Suriah, kelompok tersebut bisa disebut bagian dari ISIS. Sebab, mereka melakukan aksi seperti yang dilakukan kelompok-kelompok militan Irak dan Suriah.

"Walaupun derajat keterlibatannya diawali dengan rasa simpati ingin ikut berjuang seperti orang-orang yang ada di Suriah, di Irak, dan diimplementasikan di Indonesia," ujar Boy.

Hingga saat ini, pihak kepolisian sudah menetapkan tujuh orang tersangka pengeboman di Gereja Oikumene. Langkah selanjutnya, kata Boy, dilengkapi berkas perkara untuk kemudian dilimpahkan ke kejaksaan.

"Kalau orang sudah masuk penyidikan, kata kuncinya cuma satu, berkas perkaranya harus diselesaikan. Memeriksa para saksi ahli, saksi, agar bisa diserahkan ke Kejaksaan," tandasnya. (Merdeka)
loading...