Para Pendeta NTT Demo, Tuntut H Rizieq Ditangkap dan FPI dibubarkan, jika didiamkan maka...

Kupang - Sejumlah pendeta di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tergabung dalam Brigade Meo, Kamis, 10 November 2016, menggelar aksi unjuk rasa damai di Markas Kepolisian Daerah NTT. Aparat Kepolisian Daerah NTT melakukan pengawalan secara ketat aksi itu.

Para pendeta itu menyuarakan tuntutan agar aparat kepolisuan menangkap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Menurut para pendeta, Rizieg harus diproses secara hukum karena telah melakukan penghinaan terhadap Pancasila, Presiden dan melakukan provokasi memecah belah NKRI.

Dalam unjuk rasa itu, Brigade Meo mengeluarkan surat pernyataan yang ditandatangani Ady Ndiy dan Ivan Bartles sebagai Sekretris Umum Brigade Meo. "Tangkap dan proses secara hukum Habib Rizieq," kata Ketua Umum Brigade Meo, Pendeta Ady Ndiy, saat melakukan orasi di halaman depan Mapolda NTT.

Selain menuntut penangkapan Rizieq Shihab, Brigade Meo juga meminta pemerintah membubarkan FPI, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan ormas-ormas radikal lain yang mereka klaim telah mengintimidasi, membuat keonaran serta menghancurkan kedamaian di Indonesia.

"Tidak boleh ada ruang sejengkalpun bagi ormas- ormas ini di Indonesia," begitu antara lain isi surat pernyataan itu. Para pendeta juga menyerukan penghentian segala bentuk diskriminasi terhadap kaum minoritas dan non-muslim di negeri ini. "Indonesia milik semua anak bangsa yang mempunyai hak yang sama di negeri ini."

Para pendeta tidak hanya menyebut nama Rizieq, tapi juga Ahmad Dani, Ustaz Sulaiman dan Buni Yani. Mereka harus ditangkap dan diproses secara hukum. Jika kepolisian, TNI serta pemerintah membiarkan dan tidak membubarkan ormas radikal, serta tidak menangkap orang-orang itu, mereka akan demonstrasi besar-besaran.

Para pendeta itu memberikan batas waktu paling lambat dua pekan bagi pemerintah untuk memenuhi tuntutun mereka. "Zaskia Gotik yang dinilai menghina Pancasila saja di proses hukum. Kenapa Habib Riziq cs tidak diproses hukum. Jika didiamkan maka akan terjadi konflik horizontal," begitu bagian lain isi surat pernyataan itu. (Tempo)

loading...