Menggelindingkan Bola Lebaran Kuda, Ahok Diminta Tak Perkeruh Suasana

Ucapan calon petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang mempersoalkan istilah “Lebaran Kuda” mendapat kritik. Wakil Sektetaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Baidowi, meminta Ahok tidak memperkeruh suasana.

"Saya kira begini tidak perlu semakin memperkeruh persoalan dengan memperlebar persoalan. Sebaiknya Ahok fokus terhadap persoalan hukum," kata Baidowi kepadaVIVA.co.id, Kamis 17 November 2016.

Anggota Komisi II DPR ini mengatakan, mempersoalkan kata lebaran hanya membuang energi. Apalagi istilah lebaran itu budaya yang berkembang dalam masyarakat Islam Indonesia.

"Bahkan, dalam Bahasa Jawa dikenal 'riyoyo' atau hari raya, bahkan dalam ucapan selamat seringkali bilang 'sugeng riyadin'. Di Madura dikenal 'telasan' atau habis, maksudnya sebagai tanda hari puasa atau Ramadhan sudah habis," ujar Baidowi.

Hal ini katanya berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Ahok terkait surat Al-Maidah ayat 51. Ayat Alquran itu katanya merupakan bagian dari kitab suci umat Islam.

"Jadi sebaiknya situasi sekarang ini ayo jaga diri masing-masing untuk menjaga kondusifitas kehidupan bernegara, yang saat ini sudah tenteram," kata Baidowi.

Sebelumnya, Ahok menilai ada perkataan orang lain yang juga memiliki struktur kalimat mirip penistaan agama yang patut dipersoalkan pula paska ia ditetapkan menjadi tersangka kasus penistaan agama.

Ada seorang tokoh politik yang belakangan memopulerkan istilah 'Lebaran Kuda'. Ahok mengatakan istilah 'lebaran' merujuk kepada Hari Raya umat Islam, Idul Fitri. Dengan mengaitkannya dengan binatang kuda seharusnya dianggap penistaan agama juga.

Berdasarkan catatan VIVA.co.id, tokoh politik yang sempat mengucapkan istilah lebaran kuda adalah mantan Presiden yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menyampaikannya pada konferensi pers di Cikeas, Bogor, Rabu, 2 November 2016, dua hari sebelum aksi demonstrasi besar 4 November.

Ketika itu, SBY meminta agar pemerintah lebih peka terhadap rakyat, mendengarkan tuntutan atau aspirasi mereka. Jika tidak atau malah diabaikan maka sampai Lebaran Kuda masih akan ada unjuk rasa. (Viva)

loading...