Ketua PP Muhammadiyah: Agenda Demo 212 tidak jelas buat apa diikuti


Batu  - Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas menilai rencana Aksi Bela Islam jilid III telah mengalami pergeseran, tak sebatas menyerukan tuntutan proses umum untuk penistaan agama yang diduga dilakukan oleh calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Agendanya tidak jelas buat apa diikuti," katanya eusai diskusi Pemilihan Kepala Daerah Dalam Genggaman Pemodal di Omah Munir, Kota Batu, hari ini, Selasa, 22 November 2016.

Mantan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi ini melihat ada agenda tersembunyi dalam Aksi Bela Islam III yang kabarnya akan dilakukan 25 November atau 2 Desember nanti. Menurut Busyro, aksi itu  tak murni untuk membela Islam. Agenda tersembunyi dan diduga ada upaya untuk menggulingkan Presiden Joko Widodo.

Busyro menyatakan dirinya tak tahu siapa aktor dan yang mendanai aksi tersebut. Jika ksatria, dia melanjutkan, sampaikan kritik langsung kepada Presiden Jokowi secara terbuka. Dalam iklim demokrasi ada mekanisme untuk menyampaikan baik kritik maupun protes. Busyro juga menyayangkan aksi provokasi yang marak dilakukan di sosial media. 

"Telah ada manipulasi, antara di sosial media dan aksi sesungguhnya. Ini (demonstrasi) menggunakan kekuatan rakyat, lo," ucapnya. Busyro lantas meminta warga Muhammadiyah tak mengikuti Aksi Bela Islam III.

Pada Aksi Bela Islam jilid I dan II. PP Muhammadiyah juga melarang warganya ikut aksi terutama membawa bendera dan simbol Muhammadiyah. (Tempo.co)
loading...