Kenapa Trump Menang, Karena Pikiran Trump Fokus Berdagang Bukan Berperang, beda dengan Hillary

Ada ulasan sedikit dr teman ttg Trump.

Sejak awal saya mendukung Trump yang menang, biar bagaimanapun dia itu pedagang, bukan bagian dari intelijen perang USA, yang ada dalam pikirannya itu duit dan kemakmuran, bukan nafsu menguasai wilayah lain, beda dengan Hillary yang apa apa disangkutpautkan dengan politik.

Orang Amerika udah ngerti, bahwa Trump yang akan membawa membawa Amerika sebagai negara dagang, bukan sebagai negara tempur, soal kampanye bodoh Trump, itu hanya sebagai bagian strategi dari kampanye untuk eye catching dan gampang diingat.

Ingatlah, negosiator paling unggul dalam dunia bisnis itu Donald Trump, dan dia paham sekali mempermainkan situasi tapi tujuannya yang cuman dagang, bukan perang.

Liat aja, Trump akan berdamai dengan Putin, lalu membagi wilayah perdagangan, dan membagi zona zona ekonomi, coba kalau sama Hillary yang ada Proxy War di Suriah terus menggema.

Bisa hancur dunia, kalau Amerika sama Rusia terlibat pertempuran, untungnya Trump dan Putin bersahabat, rakyat Amerika tahu itu.

Trump akan membawa Amerika Serikat kepada kejayaannya seperti di era Presiden Taft. Saat itu Amerika Serikat dibawa ke era baru, era kemakmurannya.

Di jaman Taft, Perbankan Amerika Serikat berkembang dan mulai mempengaruhi dunia, begitu juga dengan armada armada dagangnya, walaupun diserang secara massif lewat karikatur karikatur politik, ia tetap maju dan mulai membawa Amerika Serikat menjadi kekuatan politik hegemoni yang paling kuat di Eropa Barat.

Tim Kampanye Hillary, menggunakan isu isu ala Joseph McCarthy yang amat happening di tahun 1950-an awal, untuk menjelek jelekkan Trump sebagai bagian dari agenda sebaran Komunisme.

Putin dijadikan kartu truft untuk kelemahan Trump, tapi Trump tau ia dipermainkan dalam persoalan persoalan usang, ia malah mengumumkan ke publik "Saya berteman dengan Putin" ini bertolak belakang dengan Hillary yang memperluas medan perang USA dengan kelompok AXIS Baru dibawah pimpinan Russia.

Trump ingin Amerika Serikat memperluas jaringan dagang, melakukan kontrak kontrak dagang dengan Russia, sementara Hillary ngotot melawan Russia, di tangan Hillary dunia terancam perang nuklir.

Trump jelas akan mendekat ke Putin, tapi isu yang diproduksinya adalah membangun wilayah-wilayah baru perdagangan, alam pikiran Trump adalah Property, dia lebih baik membangun pelabuhan sampai daerah hinterland dibelakangnya, ketimbang nge drop senjata kayak Hillary.

Selamat untuk kemenangan Trump...

loading...