Kapolri Larang Demo 212, Rachmawati: Orang Jumatan Kok Dilarang, Netizen: Jumatan Itu di Masjid Bukan di Jalan


Jakarta – Politisi Rachmawati Soekarnoputri mengungkapkan protes keras mengenai larangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terhadap aksi bela Islam jilid III yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2016 mendatang.

Ia menganggap aksi itu hanya beragendakan salat Jumat bersama beberapa ormas Islam. “Orang mau salat kok dilarang. Tolong ditulis ya, ini saya protes keras kepada Pak Kapolri,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (20/10/2016).

Rachmawati juga mempertanyakan mengenai kekuatan UUD 1945 dan jaminan demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Ini negara rasis, negara fasis atau bukan? Apa? Ini katanya mendukung demokrasi liberal, tapi kok tidak sesuai dengan demokrasi yang diamanatkan oleh pendiri republik Indonesia dan UUD 45?” kata Rachmawati.

Ia menambahkan, larangan pelaksanaan aksi oleh Kapolri ini adalah pelanggaran hukum. “Kapolri melanggar hukum kalau melarang orang mau salat Jumat. Belum apa-apa kok sudah mempunyai semacam ketakutan. Itu kan nggak bener, itu kecurigaan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, setelah melakukan aksi unjuk rasa bela islam yang berakhir ricuh pada 4 November 2016 lalu, sejumlah ormas Islam akan kembali melakukan aksi bela islam jilid III pada tanggal 2 Desember mendatang.

Jika sebelumnya tuntutan para pengunjuk rasa adalah menjadikan Gubernur DKI Jakarta non-aktif menjadi tersangka atas kasus penistaan agama, kali ini tuntutan mereka adalah mendesak kepolisian untuk segera melakukan penahanan terhadap Gubernur Jakarta ke-17 ini.

Banyak netizen yg merespon pernyataan putri Bung Karno itu:

Tohari Muhammad: Bu yth jangan asal omong dong ??? Yg ngelarang sholat jumat itu yaa siapaaaa? Yang di larang itu tempatnya di jln protokol bunderan HI namanya dah ganggu keterti ban umuum Bu???? Ngerti aturan apa tidak??????? jangn gampang melesetkan kata2 ingaatt penyebar kebencian Neraka tempatnya.

Ender Vain: Orang jumaatan ya di mesjid / langgar mbo yo.... Kalo di jalan... itu namanya demo. Atau masa sembahyang di pamerin.... Masyaallah. Riya riya.....

Aki Abas: Kalau hanya sekadar shalat jum.at kenapa harus di jalan.kan Masjid banyak. Kalau shalat jum.at dijalan jelas akan mengganggu ketertiban umum. Jadi kpd Ka Polri kalau itu terjadi tindak tegas saja.

Julianto: Masjid banyak besar dan mewah jaman sekarang tiap RW pasti ada masjid minimal 1 knp mesti sholat dijalan umum yg jelas2 mengganggu kepentingan umum . Ini ada tuntutannya ngak bu rahma spy rakyat tidak bingung dlm berpikir.
loading...