Inikah Provokator Yang Bikin Demo Damai Berubah Jadi Ricuh, Siapa dia?

JAKARTA -  Sebanyak 10 orang yang diduga sebagai provokasi dalam aksi unjuk rasa pada Jumat (4/11/2016) kemarin hingga pagi ini, Sabtu (5/11/2016), masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

"Yang diduga provokator aksi demo kemarin, jumlahnya 10 orang saat ini masih diperiksa. Statusnya ditentukan malam nanti setelah 1x24 jam," ucap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri.


Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar memperlihatkan foto seorang yang diduga provokator aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta, Jumat (5/11/2016) yang berakhir rusuh.

Boy Rafli Amar melanjutkan 10 orang ini ada yang berasal dari daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan lainnya.

Pada saat itu, Boy Rafli juga menunjukkan foto pelaku yang diduga provokator demo yang berakhir rusuh.

Usia mereka pun beragam‎ ada yang berumur 16 tahun, 31 tahun, 20 tahun, 21 tahun, 17 tahun, 25 tahun dan 24 tahun.

"Mereka ini ada yang dari daerah, dari NTB dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Nanti dilihat setelah 1x24 jam, apa ada unsur pidananya atau tidak. Kalau ada ya diproses hukum, kalau tidak ‎ya dilepaskan, dikembalikan ke keluarga," ujarnya.


Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar memperlihatkan foto seorang yang diduga provokator aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta, Jumat (5/11/2016) yang berakhir rusuh.

HMI Membantah

Sebelumnya beredar kabar bahwa kader HMI di balik demo itu.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ‎membantah kader menjadi penyebab kerusuhan pada demo 4 November di Istana Negara.

Ketua Umum PB HMI Mulyadi P. Tamsir mengatakan, bendera HMI yang dibawa saat demo 4 November berwarna hijau tua dan tiang benderanya menggunakan bambu belah.

"Foto yang tersebar itu benderanya warna hijau muda, HMI itu hijau tua dan kami buat 500 bendera. Tiang bendera juga bambu belah, kalau difoto itu saat pemukulan menggunakan bambu bulat," tutur Mulyadi di Sekretariat PB HMI, Jakarta, Sabtu (5/10/2016).

Mulyadi juga membantah, ada bentrokan antara kader HMI dan massa dari Front Pembela Islam (FPI) saat melansungkan aksi demo terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan ‎Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Tidak benar ada keributan antara HMI dan FPI, kami menyesalkan adanya insiden kerusuhan pada ujuk rasa di depan Istana Negara yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan," papar Mulyadi.

Mulyadi pun mengimbau, kepada seluruh masyarakat dan kader ‎HMI, Kader Pemuda Islam Indonesia (PII), dan kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sosok lelaki ini tidak menggunakan busana muslim seperti yang umumnya dipakai peserta pengunjuk rasa siang harinya yang berjalan damai. (Tribunnews.com)

loading...