Gelombang Protes Terpilihnya Donald Trump Semakin Menggila

Gelombang protes menentang Donald Trump sebagai presiden terpilih AS hingga kini terus mengalir di berbagai kota AS.

Memasuki hari keempat pasca pemungutan suara pilpres AS, ribuan orang berunjuk rasa Jumat malam (11/11) di jalan utama kota Miami, Atlanta, Philadelphia, New York,  San Francisco dan berbagai kota lainnya untuk memprotes statemen provokatif Trump mengenai imigran, muslim dan perempuan.

Dilaporkan, ribuan orang aktivis menggelar unjuk rasa di pusat kota Miami.

AFP hari Jumat (11/11) melaporkan, sekitar 1.200 orang berkumpul di Washington Square yang berdekatan dengan pusat bisnis Manhattan.

Beberapa di antara mereka terlihat membawa balon berwarna merah dan poster bertuliskan kalimat “damai dan cinta”.

Demonstran lainnya terlihat membawa poster bertuliskan kalimat “Tembokmu Tidak akan Menghalangi Langkah Kami”, sebuah kalimat penolakan terhadap aturan pembangunan tembok pemisah antara AS dan Meksiko, yang sempat disampaikan Trump dalam kampanyenya. 

Salah seorang demonstran mengatakan, aksinya sebagai bentuk solidaritas bagi banyak kaum minoritas Muslim, yang tertindas dengan aturan yang akan ditetapkan Trump, jika menerapkan janji pemilunya. 

“Kita di sini untuk mendukung orang yang merasa tersudut oleh Trump untuk menunjukkan kepada anak kita bahwa kita masih memiliki suara untuk memperjuangkan hak asasi,” kata Kim Bayer (41), seperti dilansir CNN.

“Saya khawatir pemerintahan Trump akan melukai banyak hak asasi penduduk AS. Saya tak pernah setakut ini dalam hidup. Kita harus bersama-sama menyuarakannya di sini,” lanjutnya.

Demonstran yang lain, Jamie (25), menyatakan hal senada untuk mendukung kaum minoritas dan orang-orang yang merasa terguncang dengan kemenangan Trump.

“Ada banyak ketidakpastian dan kita hanya perlu pesan penuh cinta,” kata Jamie.

Sejumlah komunitas kemanusiaan dan sosial yang mendukung aksi protes ini mengatakan kalau aksi yang sama dengan jumlah massa yang lebih banyak akan diadakan pada Sabtu (12/11) waktu setempat. 

Sejak pengumuman kemenangan Trump dalam pilpres Selasa (8/11), aksi unjuk rasa menentang hasil pemilu terus mengalir deras di sejumlah kota di AS. 

loading...