FPI Riau: Hormati Presiden dan Jangan Melecehkan Wibawanya

Jakarta – Banyaknya ujaran yang menyulut permusuhan antar umat beragama di Indonesia di lini masa dunia maya membuat Front Pembela Islam dari Kepulauan Riau prihatin.

Menyikapi hal itu, Imam FPI Kepulauan Riau, Hazarullah Aswad mengimbau kepada publik untuk dapat memilih informasi, tidak mudah percaya dengan informasi negatif yang belum jelas kejuntrungannya dan tidak ikut menjadi pihak yang menyebarkan informasi negatif.

“Perbaiki bahkan berhenti menggunakan bahasa baik yang berupa lisan, tulisan atau gambar yang tidak sopan, kasar atau dapat diduga mengandung unsur tindak pidana. Dan hal itupun tidak mencerminkan diri kita sebagai ulama, tokoh agama atau ustaz,” kata Hazarullah, Kamis (10/11/2016).

Dia menilai, perjuangan umat Islam 4 November 2016 silam adalah perjuangan mulia yang bermartabak. Jadi tidak perlu dikotori dengan sumpah serapah dan fitnah yang justru akan melunturkan nilai perjuangan umat.

“Begitupan perjuangan yang suci ini harus steril dari penyebaran berita, informasi atau opini yang bersifat fitnah dan kebohongan apapun alasannya,” ucapnya.

Dia juga menambahkan, sebagai rakyat dan umat Islam yang baik. Semua harus dapat menghormati para pemimpin negara, dalam hal ini Presiden dan Wakil Presiden. Tidak dibenarkan umat menghardik pemimpinnya.

“Presiden dan Wakilnya adalah pemimpin yang tertinggi sebagai representasi kita rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, tetap harus kita hormati dan hindari sikap atau ucapan yang bersifat melecehkan kewibawaan mereka,” jelasnya. (Kriminalitas)

loading...