Dengan Zikir dan Shalawat, Anton Medan berdoa semoga 4 November Jakarta diguyur hujan gede

SuaraNetizen.com - Jelang aksi demo besar-besaran sejumlah ormas Islam pada Jumat (4/11/2016) besok, Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Anton Medan memilih berdzikir dan bershalawat malam ini, Kamis (3/11/2016), dengan harapan semoga aksi demo berjalan lancar dan damai.

Selain itu, Anton Medan berharap agar Yang Maha Kuasa menurunkan hujan yang deras pada Jumat besok, agar bisa memberikan kesejukan di tengah-tengah suhu ibukota yang memanas.

"Kita mulai malam Jumat hanya dzikir, doa, shalawat, minta kepada Allah turunkan malaikat-malaikat yang memberikan hujan, agar mudah-mudahan hari Jumat hujan gede," ujar Anton Medan kepada Netralnews.com, Kamis (3/11/2016).

Hal-hal ini dilakukan Anton bukan tanpa alasan, sebab banyak informasi yang dia dapat dari teman-temannya bahwa ada kekhawatiran dan ketakutan sejumlah warga akan adanya aksi demo yang berujung pada tindakan anarkis.

"Ini saya mendapat informasi banyak telepon, ada yang ke luar negeri, ke luar daerah. Ini kan ironis betul. Kita gak bisa memaksakan orang jangan takut, tapi jaminannya kita sendiri apa? Tapi saya bilang, agar mereka jangan khawatir, semuanya aman," paparnya.

Namun terkait hal itu, ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat. Ia yakin, Polri dan TNI mampu mengamankan, serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saya sebagai masyarakat muslim turunan Tionghoa, saya sudah dapat jawaban dari Kapolda dan Wakapolda, mereka sudah paparkan ke saya. Saya yakin sepenuhnya mereka bisa atasi. Saya sudah tenang. Jadi saya sampaikan kepada masyarakat ini aman," jelas Anton.

"Cuma ini ramai karena media sosial aja. Karena media sosial ada yang idealis ada yang iblis. Jadi jangan sepenuhnya percaya pada media sosial," sambungnya.

Anton juga prihatin dan kecewa, karena masalah agama yang dibawa untuk kepentingan politik.

"Salah betul itu. Saya mendukung betul orang pintar dan orang benar. Jadi saya ke Kapolda itu karena saya prihatin karena apa, karena agama di bawa-bawa untuk kepentingan politik. Karena Islam itu derajatnya tinggi, tapi dengan cara agama jadi alat politik, Islam bisa dianggap rendah banget, itu yang membuat saya kecewa," katanya.

Seperti diketahui, ratusan ribu massa dari ormas Islam akan berunjuk rasa pada Jumat (4/11/2016), untuk meminta penegakan hukum atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Guna mengamankan jalannya aksi unjuk rasa ini, sekitar 18 ribu aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP akan disiagakan. (Netralnews)

loading...