Demo 212, Gus Nuril: FPI Lakukan Tindakan Membahayakan, Membangunkan Macan Tidur

JAKARTA -‎ ‎Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang, KH Nuril Arifin Husein, berpendapat rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar 2 Desember 2016 mendatang sudah tidak sesuai konteksnya dimana menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk ditahan.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Nuril itu, apabila aksi unjuk rasa 2 Desember tetap dilakukan maka ibarat membangunkan macan yang sedang tertidur.‎

Dirinya melihat demonstrasi pada 2 Desember 2016 hanya digerakkan oleh sebagian masyarakat diantaranya Front Pembela Islam (FPI) melalui gerakan Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI.

"FPI tidak menunjukkan beriktikad baik untuk berbangsa dan bernegara. Mereka melakukan tindakan membahayakan, membangunkan macan tidur. Kalau sudah ditersangkakan ya tunggu, ini seperti ada agenda lain," kata Gus Nuril saat dikonfirmasi, Jumat (25/11/2016).

Gus Nuril menuturkan, banyak gerakan-gerakan yang dilakukan oleh FPI tidak mencerminkan sikap seorang muslim.

Dikatakannya, seharusnya masyarakat Indonesia termasuk anggota FPI dapat lebih sejuk dalam menyikapi persoalan.

"Banyak nuansa FPI melawan gerakan-gerakan merugikan nama Islam. Saya sudah lama meminta dibubarkan. Kalau organisasi tidak berizin ya harus bubarkan," tutur Gus Nuril.

‎Pria yang juga merupakan Panglima Pasukan Berani Mati pembela Gus Dur itu mengingatkan para pendemo bahwa Ahok saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Maka dari itu, dirinya meminta agar semua pihak menyerahkan kasus Ahok kepada penegak hukum.

"‎Kalau sudah tersangka, itu domainnya hukum. Ya sudah ditunggu saja," kata Gus Nuril. (Tribunnews)

loading...