Datang Ke Ponpes Tebuireng, Djarot Disambut Ceramah Soal Al Maidah

PALMERAH - Pemimpin Pondok Pesantren Tebuireng, Jawa Timur, Solahuddin Wahid, membenarkan khotib salat Jumat di pesantrennya melarang memilih pemimpin nonMuslim.

Pernyataan Gus Solah--panggilan Solahuddin Wahid-- itu disampaikan melalui akun twitter pribadinya, @Gus_Sholah, untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait ceramah khotib di Masjid Pesantren Tebuireng.

Pernyataan pertama muncul dari akun twitter RHandoko @RH4nd0k0 yang mengaitkan link facebook yang membahas hukum memilih pemimpin nonMuslim seperti disebutkan dalam Surat Al Maidah 51. Assalamu'alaikum Yai @Gus_Sholah, apa ini betul disampaikan di khutbah jum'at lalu? https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1738019209857801&id=100009492168830 …

Ditanya seperti itu, Gus Solah menjawab: Sy dari awal setuju utk menerima pak Djarot yg akan ziarah ke makam pahlawan nasional. sy tidak pernah ikut menentukan siapa yg jadi khotib.

  
Status facebook soal cara memilih pemimpin yang jadi bahan diskusi di medsos

Kemudian, akun twitter Budi Irawan @SahlanAsoy pun bertanya, @Gus_Sholah @RH4nd0k0 tapi betul ya Pak Kyai isi khutbahnya seperti itu?

Gus Solah menjawab: Khotib memang melarang memilih pemimpin non muslim. itu hak dia utk berpendapat spt itu, apalagi umumnya pndpt muslimin spt itu

 Ada pemilik akun twitter yang membandingkannya dengan pendapat Gus Dur, @Storeukm: @Gus_Sholah @RH4nd0k0 : maaf, dulu Gus Dur jg mendukung ahok saat di bangka blitung, ini kan bertentangan dg khutbanya gus, gmn..?

 Gus Solah menjawab: silakan GD punya pendpt sendiri, khotib di Tebuireng punya jg pndpt, tdk perlu saling menyalahkan. (Tribunnews)

loading...