Buni Yani Tersangka: Din Syamsuddin, Janganlah...


Jakarta – Cendekiawan Muslim, Din Syamsudin menyayangkan adanya penetapan tersangka terhadap pengunggah video kontroversial Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Buni Yani.

“Maka kalau dia jadi tersangka, janganlah. Sampai dia dijadikan tersangka, video itu kan tak diubah, dia hanya mengupload saja,” kata Din ditemui dalam acara di Hotel Mercure, Ancol, Pandemangan, Jakarta Utara, Rabu (23/11/2016).

Din mengatakan, jangan pula Buni Yani dijadikan tersangka hanya karena adanya desakan publik. Menurutnya, itu bisa menjadi pertanda buruk bagi orang yang hendak berdemokrasi.

Kendati demikian, dia menyangkal jika sikapnya dianggap membela pria yang juga berprofesi sebagai dosen itu.

“‎Siapa pun tidak kebal hukum. Soal Buni Yani, reaksi masyarakat (Aksi 411) bukan karena persoalan video itu. Kan sudah diputar juga versi aslinya. Kalau dia ditetapkan tersangka, janganlah itu video tidak diubah. Saya tidak bermaksud membela,” pungkasnya.

Polisi menyebut penetapan Buni sebagai tersangka bukan masalah penyebaran video Ahok saat berdialog dengan warga Kepulauan Seribu. Akan tetapi, postingan di status Facebooknya itu, Buni yang dinilai telah menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan.

Penyidik menjerat Buni dengan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal pertama dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Pasal 28 ayat (2) UU ITE menyatakan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
loading...