Buni Yani akan perkarakan media yang sebarkan videonya di acara ILC yang dipotong

SuaraNetizen.com Pihak Kepolisian membuka peluang menjadikan Buni Yani sebagai tersangka. Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, siang tadi (Sabtu, 5/11).

Buni Yani dilaporkan kelompok pendukung Ahok-Djarot, Komunitas Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja). Dia dituduh secara sengaja mengedit video pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu apda 27 September lalu, sehingga membuat kehebohan besar.

Belum ada komentar dari Bunyi Yani atas hal ini.

Namun sekitar 15 jam lalu, di halaman Facebook miliknya, Buni Yani mengatakan, rekaman video pernyataannya dalam diskusi di Indonesia Lawyer Club (ILC) beberapa waktu lalu sengaja dipotong dan disebarkan pihak lain untuk menyudutkan dirinya.

Dalam rekaman itu, ditonjolkan pernyataan Buni Yani yang mengatakan, Saya mengakui kesalahan.” Buni Yani juga mengakui bahwa dirinya tidak menangkap kata pakai” dalam transpkrip yang dia sebarkan. Konon, inilah yang menjadi pemicu hingga terjadi demo raksasa hari Jumat (4/11).

"Video ini dipotong dengan fokus pernyataan: saya mengakui kesalahan. (Itu) keluar dari konteksnya yang sudah pasti ditujukan untuk mempengaruhi opini publik dan membunuh karakter saya," katanya.

Buni Yani lalu melanjutkan, bahwa setelah bagian "saya mengakui kesalahan" ada kelanjutan yang berbunyi, "Ada atau tidak ada kata pakai, secara semantik isi video ini tetap memiliki muatan penistaan terhadap Agama."

Dia juga mengatakan ada pihak yang sengaja ingin menggoreng isi ini lagi dan ingin memanasi suasana. Dia meminta agar pihak-pihak itu menghentikan segala provokasi.

Pada bagian akhir pernyataannya itu, Buni Yani mengataan media yang menyebarkan potongan rekamannya di ILC  tanpa konfirmasi ke dirinya akan dia perkarakan.

"Saya sudah berkoordinasi dengan pengacara," demikian Buni Yani. (Rmol)

loading...