Bila Keadaan Darurat Jokowi akan Gerakkan Kopassus, Gini Kata Mahfud MD

Pakar hukum tata negara Prof Mahfud MD berkomentar terkait dengan pernyataan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Cijantung, Jakarta, menyatakan bahwa pasukan khusus ini bisa digerakkannya jika dalam keadaan darurat. Lalu apa kata Mahfud MD?

"Ini merupakan pasukan cadangan yang pada saat 'emergency' (bahaya), dalam keadaan darurat. Inilah pasukan cadangan yang bisa saya gerakkan," kata Presiden usai acara pengarahan kepada prajurit Kopassus di Lapangan Upacara Markas Kopassus Cijantung, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Jokowi mengatakan sebagai Panglima Tertinggi dengan melalui Panglima TNI, dirinya bisa menggerakkan Kopassus untuk keperluan-keperluan khusus.

Ketika ditanya wartawan apakah ada kondisi darurat saat ini, Presiden menegaskan tidak ada masalah yang "emergency" pada saat ini.

Merespons hal ini, ada nitizen bertanya lewat twiiter Prof Mahfud MD. Namanya Abu Ghazsan dengan akun @zenstrive itu bertanya demikian:

@mohmahfudmd bukannya harus persetujuan DPR juga?

Prof Mahfud yang adalah pakar hukum tata negara menjawab lewat twitter pula demikian:

 Ya. Ada keadaan darurat yg hrs dgn persetujuan DPR. Tergantung, darurat sipil, militer, perang. Kalau keadaan genting-memaksa ckp Presiden.Mahfud MD added,

Mantan juru bicara Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo Subianto ini saat kampanye Pilres

menegaskan pula seperti ini:

Darurat atau tidak itu adalah hak Presiden utk menentukan.  Kalau kita2 tak berwenang.Mahfud MD added.

Jawaban Prof Mahfud MD yang diketahui tidak mau dibayar saat diundang ceramah agama atau pengajian ini, membuat nitizen tak bertanya lagi. Mahfud sebagai pakar hukum tata negara yang profesional dan berintegritas selalu mendudukkan persoalan secara proporsional tanpa kepentingan apa-apa. (Netralnews)

loading...