Beredar Kabar Habib Rizieq Himbau Jangan Ada Demo 25 November, Benarkah?

JAKARTA - Intruksi Imam Besar Front Pembela Islam, Al Habib Muhammad Rizieq Syihab yang meminta umat Islam memaafkan Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus dugaan penistaan agama, tersebar di sosial media.

Dalam isu di sosmed tersebut Habib Rizieq juga memberikan alasan kenapa dirinya memberikan instruksi tersebut yaitu sesuai pertemuan kiyai dan ulama se-Jawa Barat semalam di MUI Bogor.

Dalam pertemuan tersebut diputuskan, tidak ada lagi aksi demo 25 November. "Insya Allah tidak perlu  menghadirkan 5 juta umat, karena Allah tidak perlu dibela. Kita serahkan kasus ini kpd Pemerintah dan pihak kepolisian," kata Habib Rizieq dalam isu tersebut.

Berikut ini pesan Habib Rizieq dalan sosial media,

Intruksi Imam Besar Front Pembela Islam Al Habib Muhammad Rizieq Syihab:

Jangan lagi ada adu domba Ulama dan Ustadz Live di TV atas Pidana Penista Al-Qur'an.
Kita ampuni, bebaskan, dan jangan ganggu Ahok ini Negara RI berlandaskan hukum Pancasila, UUD1945 & KUHP. Jangan mau di akal-akali dan dihasut orang lain untuk menghancurkan sesama rakyat Indonesia.

Dari pertemuan kiyai dan ulama se-Jawa Barat semalam di MUI Bogor, diputuskan tidak ada lagi aksi demo 25 Nov. Insya Allah tidak perlu menghadirkan 5 juta umat karena Allah tidak perlu dibela. Kita serahkan kasus ini kepada Pemerintah dan pihak kepolisian. Jangan kotori Istiqlal, DPR dan Istana Negara dengan darahmu yang berharga. Itu Bukan Jihad!

Tidak perlu massa dari luar masuk Jakarta. Karena umat Muslim Jakarta tahu bagaimana bersikap yang tepat. Semua masjid dibuka hanya untuk sholat dan bukan untuk menginap dalam rangka mendukung aksi politik.

Allahu AKbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Pemimpin pejuang revolusi bersama pejuang-pejuang dan mujahid Allah jangan mau diprovokasi. Serukan kepada pecinta Al Qur'an, pecinta NKRI, untuk konsolidasi, rapatkan barisan melepaskan cinta kepada sesama anak bangsa dan jihad di jalan Allah bukan di jalan Jakarta.

Tidak ada lagi parlamen jalanan, meski dalam dua minggu ini Ahok tidak diproses secara adil sesuai janji Pemerintah. Tidak harus terjadi kerusuhan. Kita percaya keputusan pemerintah adalah keputusan Allah. Lakukan Adzan di seluruh masjid dan musholla di seluruh Indonesia untuk panggilan beribadah saja dan bukan untuk aksi bayaran mendukung politisi hitam. Haram itu. Lebih baik kita galang kesatuan bersama demi tegaknya Indonesia dengan jihad akbar berkumandang di seluruh pelosok negeri menuntaskan pungli, korupsi, narkoba, pelacuran dan judi karena Islam itu hebat dan kita muliakan Kitab Suci Al Qur'an.

Sementara itu saat dikonfirmasikan kabar yang beredar di sosial media, Habib Rizieq secara tegas membantahnya. Dirinya menegaskan tak pernah mengeluarkan instruksi tersebut. Dirinya menyatakan jika kabar yang beredar adalah hoax.

Diakuinya, semenjak melakukan perlawanan terhadap pemimpin non muslim di Jakarta dua tahun silam, dirinya mengaku mulai tidak nyaman dengan handphone miliknya.

"Bahkan sejak 6 bulan lalu saya rasakan makin tidak nyaman, kloning dan intersave serta pengusiran data dan penyadapan mulai terasa," kata Habib Rizieq melalui pesan whatsapp ke netralnews.com, Senin (14/11/2016).

Puncaknya kata dia, pada Aksi Bela Islam I dan dan Aksi Bela lslam II, banyak orang yang mengaku menerima berbagai pesan melalaui handphone-nya. "Padahal saya tak pernah kirim pesan," ujar Habib. (Netralnews/SN)

loading...