Belajarlah dari Kegagalan Negara Timteng yang keliru menerapkan hubungan agama dan negara

Dalam jumpa pers menyikapi aksi 4 November, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memberikan penegasan kepada bangsa Indonesia agar dapat mengambil pelajaran dari Negara Gagal (failed state) di kawasan Timur Tengah. 

Menurut Guru Besar Ilmu Tasawuf ini, mereka saat ini memasuki babak baru yang bisa dikatakan sebagai negara gagal. Hal ini diakibatkan karena mereka tidak mampu menyelaraskan hubungan antara agama dan negara.

“Hari ini negara-negara teluk seperti Irak, Pakistan, Afghanistan, Suriah, Yaman dan lainnya, memasuki suatu babakan baru yang disebut sebagai “failed-state", negara gagal, diakibatkan keliru menerapkan hubungan agama dan negara,” tegas Kiai Said, Jumat (28/10) lalu di Gedung PBNU Jakarta.

Selama ini, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah ini, mereka mempertentangkan keduanya satu sama lain sehingga menimbulkan kekacaubalauan. 

Akibatnya, ratusan ribu bahkan jutaan manusia menjadi korban atas peperangan yang timbul akibat kesalahpahaman. Sementara di negara-negara sekuler yang hanya mengedepankan rasionalitas tanpa agama justru melahirkan titik balik suatu peradaban yang tidak lagi "memanusiakan manusia".

Belajar dari hal itu, Kiai Said mengajak kepada umat Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya untuk mengedepankan dialog dan musyawarah penuh kekeluargaan. 

Aksi 4 November jangan sampai dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok pemecah bela bangsa untuk mengacaubalaukan keutuhan bangsa Indonesia yang selama ini terjaga dengan baik. 

“Semua warga NU saya larang untuk mengikuti aksi 4 November. Jika ada yang membawa atribut NU, saya pastikan itu bukan NU. Karena NU sudah melarang,” jelas kiai asal Kempek Cirebon ini. (Fathoni/NU.or.id)

loading...