Vonis Untuk Jessica: Hakim Vonis Jessica 20 Tahun Penjara, Gini Reaksi Jessica

Jessica Divonis 20 Tahun Penjara - Terdakwa pembunuh Wayan Mirna Salihin divonis 20 tahun penjara. Jessica menyatakan putusan tidak adil.

"Menurut saya putusan ini sangat tidak adil dan memihak," ujar Jessica menanggapi putusan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

Jessica lalu menyerahkan tindakan hukum selanjutnya ke pengacaranya. 

Jessica divonis 20 tahun penjara karena hakim menilai unsur-unsur pembunuhan berencana terhadap Mirna terpenuhi.  Majelis hakim menganggap terdakwa Jessica Kumala Wongso paling mengetahui keadaan es kopi Vietnam yang dia pesan untuk Wayan Mirna Salihin sebelum Mirna tiba di meja nomor 54, kafe Olivier, bersama Boon Juwita alias Hanie, pada 6 Januari 2016.

“Terdakwa sangat mengetahui apapun yang terjadi pada gelas VIC (Vietnamesse Iced Coffee). Berdasarkan fakta persidangan, Jessica menguasai lama VIC, hingga korban datang ke meja 54," kata aakim anggota Binsar Gultom saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

“Majelis berkeyakinan yang paling dominan memasukkan racun sianida adalah terdakwa Jessica,” Binsar menambahkan.

Kemudian Binsar membeberkan peristiwa ketika Mirna meminta Jessica mencicipi es kopi dirasa aneh tersebut. Namun,  ketika itu Jessica menolak. Hakim juga membeberkan alasan Jessica menolak mencicipi es kopi.

“Mirna sempat menyodorkan minuman VIC ke Jessica. Namun ditolak, karena merasa sudah meminum dua koktail," kata dia.

“Penolakan itu karena sebenarnya terdakwa telah mengetahui larutan yang ada dalam kopi tersebut. Jadi memilih menolak,” kata Binsar.

Hakim anggota Partahi Hutapea menyebut bahwa barang bukti sisa es kopi Vietnam milik Wayan Mirna Salihin sah secara hukum saat tewas di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarat, pada 6 Januari 2016 silam.

"Dengan demikian, barbuk sisa minuman Mirna sah secara hukum," kata Partahi saat membacakan pertimbangannya di persidangan, Kamis (27/10/2016).

   

Partahi menerangkan, pemindahan sisa es kopi Vietnam ke botol yang dipersoalkan oleh tim kuasa hukum Jesica lantaran tidak ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tidak akan ditanggapi oleh majelis hakim. Karena, lanjut dia, tidak masuk dalam pokok perkara.

"Tentang memindahkan barang bukti dari gelas ke botol. Menimbang bahwa majelis hakim tidak menanggapinya karena yang jadi pokok perkara ada pada Vietnamesse Iced Coffe (VIC) yang belum diminum Mirna, bukan minuman pembanding," lanjutnya.

Selain itu, ujar Hakim Partahi, majelis hakim berpendapat perlu untuk dilakukan autopsi terhadap jasad Mirna. Meski begitu, tetap diketahui bahwa terdapat kandungan racun sianida ditemukan dalam sisa es kopi Vietnam.

"Menimbang bahwa sepanjang tidak ditemukan (racun sianida), majelis hakim sependapat tidak perlu dilakukan autopsi. Yang penting, ada sianida dalam kopi itu atau tidak. Kemudian, ada tidak sianida dalam tubuh Mirna," tandasnya. (Suara/okezone/SuaraNetizen)

loading...