Terbukti Sah Lakukan Provokasi SARA, Ahok dilaporkan ke Polisi


SuaraNetizen.com - Sejumlah tokoh Rumah Amanah Rakyat akan melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri atas dugaan pelecehan agama, hari ini Jumat (7/10).

Laporan itu dilayangkan usai video pernyataan Ahok yang dianggap melecehkan agama terunggah ke media sosial Youtube. Video tersebut menampilkan Ahok yang sedang berkomentar mengenai isi Alquran Ayat 51 Surat Al-Maidah di depan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016 lalu.

“Kita akan melaporkan Ahok atas dugaan perbuatan pidana terkait pasal 165 KUHP tentang penistaan agama,” ungkap salah satu tokoh Rumah Amanah Rakyat, Ferdinand Hutahaean, dikutip dari aktual.

Ferdinand menilai, pernyataan Ahok tersebut rasis dan melecehkan ajaran Islam.

“Ahok secara sah dan meyakinkan telah melanggar KUHP Pasal 165 dan UU No.1/PNPS/1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama. Ancamannya 4 tahun kurungan. Ahok harus diganjar hukuman atas perbuatannya dan pernyataannya,” papar Ferdinand.

Lebih lanjut Ferdinand mengatakan, Islam dan ajarannya bukan Agama yang membodohi seperti kata Ahok. Islam adalah Agama yang yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga segala sesuatu yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa tidak mungkin membodohi.

“Tapi Ahok telah bersikap melampaui firman Tuhan. Ahok merasa pernyataannya lebih benar dari firman Tuhan. Ini berbahaya dan Ahok harus dihentikan,” tegas dia.

Lanjut Ferdinand, dengan adanya pernyataan itu Ahok telah melangkahi batas-batas norma dan kepatutan yang juga sangat potensial menjadi bibit kericuhan sosial berbasis SARA.

“Atau jangan-jangan Ahok sengaja ingin menyulut kerusuhan berbau SARA supaya Pilkada gagal karena Ahok tahu bahwa dia akan kalah dalam Pilkada ini,” ujarnya.

Karenanya, Ferdinand pun meminta aparat kepolisian untuk proaktif menyikapi permasalahan ini.

“Kita minta kepada Bapak Kapolri untuk mengambil tindakan sesuai dengan aturan. Kita juga mendukung langkah Polri yang selama ini ingin menindak provokasi berbau SARA,” pungkas Ferdinand. (Jitunews)

loading...