Tentara Myanmar Usir 2.000 Muslim Rohingya dari Rumah Mereka: Kami ditendang Keluar!!

SuaraNetizen.com - Sekitar 2.000 Muslim Rohingya diusir dari rumah mereka oleh tentara Myanmar karena alasan keamanan, memaksa mereka harus tidur di ladang.

Sejumlah sumber mengatakan pada Minggu (23/10/2016) pasukan pemerintah masuk ke desa Kyee Kan Pyin, di wilayah tengah Mandalay, dan memaksa seluruh warga untuk meninggalkan rumah, hanya memberikan sedikit waktu untuk berkemas.

"Saya ditendang keluar rumah kemarin sore. Sekarang saya tinggal di sawah di luar desa bersama sekitar 200 orang termasuk keluarga saya. Saya menjadi tunawisma," kata seorang pria Rohingya kepada Reuters.

"Setelah tentara tiba di desa kami, mereka mengumumkan bahwa jika kami semua tidak pergi, mereka akan menembak," tambahnya.

Seorang juru bicara pemerintah Myanmar mengklaim pemerintah tidak dapat menghubungi siapa pun karena wilayah tersebut adalah "zona merah" yang dioperasikan militer. 

Langkah ini diyakini sebagai balasan terkait serangan terhadap tiga pos polisi di sepanjang perbatasan dengan Bangladesh pada 9 Oktober yang merenggut 2 nyawa polisi dan enam lainnya hilang. Pemerintah menuduh pelaku adalah kelompok minoritas. Namun, penduduk menilai aparat membunuh warga tak berdosa yang sama sekali tak terkait dengan serangan tersebut.

Rakhine, rumah bagi sekitar satu juta anggota masyarakat minoritas Muslim Rohingya, sudah menjadi tempat kekerasan massal sejak 2012. Ribuan Muslim tewas dan puluhan ribu lainnya terpaksa mengungsi akibat serangan yang diorganisir oleh ekstrimis Budha.

Lebih dari 1,3 juta Muslim Rohingya di Myanmar menghadapi diskriminasi, pembatasan ukuran keluarga dan akses pekerjaan. Myanmar juga menolak kewarganegaraan penuh untuk penduduk Rohingya.

Warga dunia pun mempertanyakan bungkamnya pemenang Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi yang sekarang memimpin negeri tersebut. (Rimanews/SuaraNetizen)  

loading...