Teman masa kecil Jokowi: Saya tak berani panggil Le lagi


Solo - Presiden Joko Widodo bernostalgia dengan rumah, lingkungan dan rekan masa kecilnya di kawasan Cinderejo Lor, Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Minggu, 16 Oktober.

Presiden seakan ingin mengorek-korek masa kecilnya di kampung itu. Di tempat kampung inilah, tepatnya di kawasan blok 10, Jokowi menghabiskan 12 tahun masa kecilnya. Namun, rumah yang pernah ditinggali Jokowi telah menjadi Pasar Ngudi Rejeki Gilingan.

Kisah Jokowi kecil cukup banyak berserakan di kampung ini. Bahwa Jokowi kecil kerap lari terbirit saat orangtua memergokinya mandi di kali. Atau sekadar mencari telur bebek untuk kemudian di masak dengan kaleng bekas.

“Dulu dengan saya dan teman-teman lainnya, Pak Jokowi sering bermain. Kami mandi di sungai dan mencari telur bebek di Kali Anyar,” ujar Bandi, 59, tersenyum menceritakan kenangannya dengan Jokowi. 
  
Seringkali, Ibunda Jokowi maupun orang tua lainnya mencari mereka ke sungai. Jika sudah seperti itu, ujar Bandi, mereka akan secepatnya mengambil langkah seribu, pulang karena takut dimarahi. 
  
Kepada Metrotvnews.com, pria yang berprofesi sebagai sopir itu bercerita, selisih umurnya dengan Jokowi sekira tujuh tahun. “Saya dulu manggilnya ‘Le’, dia manggil saya 'Mas'," kata dia.

Bandi, teman kecil Jokowi.

Sejak Jokowi menjadi orang penting, dia sungkan untuk menggunakan panggilan itu. "Saya tidak berani manggil ‘Le’. Walaupun pernah Pak Jokowi sendiri meminta saya manggil seperti panggilan masa kecil,” ujarnya.

Bandi tak ingat pasti kapan Jokowi dan keluarganya tinggal di Candirejo Lor. Yang Bandi ingat, Jokowi pindah ke wilayah Sumber, Banjarsari, Solo, pada 1971. Sejak itu, mereka jarang bertemu. "Tapi ia masih suka main kemari,” imbuhnya.

Jokowi, kata Bandi, telah memiliki jiwa kepemimpinan sejak kecil. Selain dikenal cerdas dan pendiam, Jokowi juga kerap mendamaikan rekan-rekannya yang berkelahi.

Kalau temannya berkelahi, Jokowi memilih untuk tidak memihak. "Dia pilih pergi. Namun hari berikutnya dia beri solusi dan mendamaikan,” jelas Bandi.

Di mata Bandi, tidak banyak berubah dari Jokowi. Terbukti ketika bertemu beberapa tahun lalu di Bandara Adi Soemarmo, Jokowi langsung merangkulnya.

“Saya cuma sopir, menjemput penumpang di bandara. Tak tahunya, dia mendatangi dan merangkul saya. Semua orang heran melihatnya,” pria itu menutup kisah dengan senyum.


Keriaan bocah-bocah di kampung Candi Lor, Solo, saat bertemu Presiden Jokowi.

Dalam kunjungan itu, Presiden didampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Jaswandi, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono dan Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo.
loading...