Perintahkan Tembak Ditembak Demo 4 November, Anggota DPR: Kapolda Jangan Arogan

SuaraNetizen.com - Kapolda Metro Jaya Irjend M Irawan memerintahkan anggotanya jangan takut melakukan penindakan tembak di tempat saat aksi unjuk rasa yang digelar umat muslim pada 4 November.

"Siapa saja yang bikin onar, polisi harus berani tembak dari pantat ke bawah!" tegas Iriawan di depan para tim sukses (timses) para pasangan calon Gubernur DKI, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (27/10).

Anggota Komisi 3 DPR RI Ahmad Sahroni, menyatakan, sikap Kapolda Irjend M Iriawan yang mengumbar kebijakan repsesif itu sangatlah tak bijak menyikapi aksi unras yang bakal digelar ribuan umat muslim untuk menyampaikan aspirasinya.

"Kapolda jangan arogan," kata Ahmad Sahroni saat berbincang dengan rmoljakarta, Sabtu (29/10).

Semestinya, kata politisi NasDem ini, Kapolda Metro lebih mengendepankan langkah pendekatan persuasif dan humanis agar aksi unras tersebut tak berujung anarkis.

"Harusnya (Kapolda Metro), membuat rasa nyaman dan aman. Menyakinkan ke semua masyarakat bahwa demonstrasi bagian dari aspirasi, bukan mengeluarkan statemen tembak di tempat, apalagi menantang para anak buahnya yang tak berani tembak di tempat di suruh pakai rok. Apa hubungannya rok perempuan dengan demo," ujar Sahroni.

Menurut Sahroni, demonstrasi atau unras adalah hal yang wajar terlebih di alam demokrasi.

"Memang dipikir rakyat yang demo ini teroris. Teroris aja kalau bisa jangan di matiin," kata Sahroni.

Sahroni pun menyakini, aksi unras umat muslim yang rencananya digelar 4 November mendatang akan berlangsung aman dan damai.

Ia menilai saat ini masyarakat sudah cerdas tak akan menggunakan cara anarkis untuk menyampaikan aspirasinya.

Sebab, kalau mereka menggunakan cara anarkis, lanjut Sahroni, tentu mereka menyadari akan merugikan semua pihak. (#/SuaraNetizen)

loading...