Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah: Amien Pasti Punya Kepentingan Politis


Jakarta : Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Pangi Syarwi Chaniago menyatakan, wajar ada pihak menilai hadirnya Amin Rais dan kader Partai Gerindra Habiburokhman saat aksi unjuk rasa umat islam terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bertujuan menarik persoalan tersebut dalam urusan politik Pilkada DKI 2017.

"Jangan lupa, Amin Rais kan politisi juga. Kita tahu dia juga pasti punya kepentingan," kata Pangi dalam keterangannya, Sabtu (15/10/2016).

Namun, menurut, Pangi, kehadiran mereka ssah-sah saja, apalagi sampai menyuarakan salah satu kandidat bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI pada Pilkada 2017. Akan tetapi, harus tetap menjunjung nilai-nilai demokrasi.

"Asalkan kita menghindari isu-isu SARA (suku, ras, agama dan antargolongan) ini saja," ujarnya.
Ia menambahkan Ibu Kota Jakarta merupakan barometer kaca mata dunia melihat Islam demokrasi itu berhenti atau menutup buku terkait isu SARA, sehingga hal tersebut harus dijaga oleh semua kalangan.

"Selama konteksnya adalah program kerja, prestasi, bagaimana saling mempengaruhi dan bagaimana cara calon-calon itu ya sah-sah saja," tandasnya.

Sebelumnya, Amien Rais mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan main-main dan tidak melindungi Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

 Menurutnya, Ahok diduga telah menistakan agama Islam mengenai Surat Al-Maidah ayat 51.
"Kalau cuma pertikaian politik itu biasa, tapi Ahok ini sudah menghina Al-Qur'an. Jadi yang tersinggung bukan hanya ummat Islam DKI saja, tapi dari Aceh sampai Papua juga tersinggung," kata Amien.

Diungkapkan, kehadirannya dalam aksi unjuk rasa bukan untuk mencari popularitas semata. Sebab, Amin merasa, telah terkenal dan dikenal masyarakat sehingga tidak perlu lagi mencari ketenaran. 

Namun, kehadirannya untuk menyuarakan keadilan hukum di negeri ini.

‎"Saya sebagai Muhammadiyah, sebagai ICMI, dari partai islam, mubaligh, da'i, dosen UGM. Jadi saya datang kesini bukan untuk mencari popularitas, saya sudah populer untuk apa. Jadi saya mengimbau pak Jokowi jangan lindungi Ahok," ujarnya. (Zvol/WDA/rri)
loading...