Mantan Pengikut Dimas Kanjeng Beberkan Aksi Tipuan Mengakali Marwah Daud dengan 2 Koper Uang


Probolinggo– Bekas pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengungkapkan aksi tipu Taat dan anak buahnya memindahkan atau memunculkan uang asli secara gaib untuk meyakinkan Marwah Daud Ibrahim, Ketua Yayasan Pedepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Mohamad Abdul Junaidi, 49 tahun, warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menceritakan aksi tipu tersebut.

Junaidi mendapat cerita dari Ismail Hidayah, salah satu korban pembunuhan yang melibatkan Taat. Sebelum Ismail dibunuh orang-orang suruhan Taat, Ismail bercerita pada Junaidi yang juga ‘santri’ Taat dan teman dekat Ismail sejak remaja. Ismail merupakan salah satu orang kepercayaan Taat yang tahu banyak dan berperan besar membantu aksi penipuan penggandaan uang.

“Ismail pernah cerita dia bawa uang dua koper ke rumah Bu Marwah seakan-akan uang itu tiba-tiba muncul atau dibawa jin,” kata Junaidi saat melapor ke Kepolisian Resor Probolinggo, Sabtu malam, 1 Oktober 2016.

Junaidi memberi keterangan ke polisi sejak Sabtu malam sampai Ahad dinihari, 2 Oktober 2016. Junaidi korban penipuan penggandaan uang dengan jumlah mahar Rp 200 juta. Ia juga menyerahkan sejumlah barang ritual penggandaan uang.

Uang dua koper itu diletakkan di teras rumah Marwah. “Waktu itu Bu Marwah katanya sedang tidur,”ujar Junaidi menirukan ucapan Ismail. Setelah uang ditaruh di teras rumah, Taat yang berkonspirasi dengan Ismail langsung menelpon Marwah memberi tahu jika ada uang yang muncul secara gaib di rumahnya. “Seakan-akan uang ini muncul secara gaib, padahal Ismail yang menaruh di situ,” katanya.

Menurut Junaidi, sesuai pengakuan Ismail, uang dua koper yang dikirim ke rumah Marwah itu uang asli. “Nilainya milyaran,” katanya. Aksi tipu pemindahan uang itu, menurut Junaidi, untuk meyakinkan Marwah sebelum bergabung jadi ‘santri’ Taat Pribadi. Marwah jadi ‘santri’ Taat sejak tahun 2011 setelah satu tahun berpikir dan merenung serta menyaksikan aksi Taat menghadirkan uang secara gaib di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Junaidi berani bersumpah atas cerita dari Ismail tersebut. “Saya bawa Al Qur’an dan siap disumpah,” katanya.

Soal aksi tipu ‘pemunculan’ uang dua koper itu, Marwah beberapa kali ditelpon untuk dikonfirmasi tak menjawab. Pesan pendek dari Tempo juga tak dibalas. Marwah masih yakin Taat tak bersalah dan memang punya kemampuan memunculkan barang termasuk uang.

“Beliau bisa memindah sesuatu dari satu dimensi ke dimensi lain. Saya awalnya enggak percaya, setelah saya lihat sendiri, saya akhirnya percaya,” kata bekas politikus Partai Golkar yang bergabung dengan Partai Gerindra sejak 2015 sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Koperasi, UMKM, dan Ekonomi Kreatif, Sabtu, 1 Oktober 2016. (Tempo.co)

loading...