Mantan Kapolda minta Polri Usut Kasus Ahok Menistakan Agama, sebelum terlambat


JAKARTA - Jenderal Purnawirawan (Pol) Anton Tabah Digdoyo mengingatkan Polri tidak boleh terlambat, apalagi mengulur-ulur waktu dalam penyidikan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan penodaan terhadap Agama Islam yang sudah jelas.

“Sudah terang – benderang alat bukti dan saksi sudah siap. Tunggu apalagi,” ujar Ketua Komisi Hukum MUI Pusat di Jakarta, Senin (17/10).

Mantan Kapolda Jatim itu mengingatkan kalau sampai terlambat, rakyat akan marah dan menuduh Polri mempolitisasi kasus supaya Ahok tidak diproses atau sengaja diulur-ulur jelang penetapan calon gubernur dan wagub DKI pada 23 Oktober 2016.

Anton juga mengingatkan dalam waktu bersamaan penista agama Hindu di Bali telah divonis dua tahun penjara. “Kalau kasus Ahok ini dibiarkan, tentu tidak ada keadilan dan hukum dan itu sangat menyakitkan rakyat,” ujar Ketua Badan Penanggulangan Penodaan Agama (Bskorpra) ini.

Dikatakan, Kamtibmas akan kondusif dan kerukunan umat beragama terjaga jika Kapolri serius menangani kasus seperti ini.(Suaramerdeka)
loading...