Ingin Hidup Normal, Pimpinan dan 10 Militan Abu Sayyaf Menyerah kepada Pemerintah Filipina

MANILA – Mengaku lelah bertempur dengan pasukan keamanan, seorang pimpinan Abu Sayyaf dan 10 militannya, termasuk seorang anak berusia 12 tahun menyerahkan diri kepada Pemerintah Filipina. Pimpinan militan yang menyerahkan diri diidentifikasi sebagai Moto Indama, seorang kerabat dari pemimpin terkenal Abu Sayyaf, Furuji Indama yang dilaporkan tewas April lalu.

Pria berusia 26 tahun itu meletakkan senjatanya saat menyerahkan diri kepada Komandan Militer Mindanao barat Letnan Jenderal Mayoralgo dela Cruz dan Gubernur Basilan, Jim Hataman-Saliman. Dari para militan disita sepucuk senapan mesin ringan Minimi, senapan M-1 Garand, sepucuk shotgun, tiga pucuk pistol kaliber .45, sepucuk revolver kaliber .38, dan sejumlah amunisi.

Keputusan kelompok pimpinan Moto Indama untuk menyerah disambut gembira oleh Letjen dela Cruz. Dia mengatakan keputusan itu adalah pilihan yang terbaik, dan militan yang baru berusia 12 tahun masih bisa memiliki masa depan yang cerah.

“Bahkan presiden kami Duterte, yang baru-baru ini berkunjung mengatakan, kita tidak bisa saling bunuh setiap hari. Angkatan bersenjata dan pemerintah menerima penyerahan diri Anda,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Philippine Star, Selasa (25/10/2016).

Kelompok Moto Indama adalah salah satu di antara militan yang beroperasi Barangay Baguindan Agustus lalu. Mereka terdesak oleh pasukan khusus Filipina dan pasukan angkatan darat. Indama mengatakan kelompoknya merasa lelah terus menerus bersembunyi dan bertempur.

“Kami benar-benar ingin kembali ke kehidupan kami yang normal dan damai tapi kami ragu dan takut,” jelasnya.

Setelah penyerahan diri ini, Gubernur Saliman mengatakan, pemerintah provinsi dibantu Daerah Otonomi di Muslim Mindanao akan mencari cara mendidik para militan yang menyerah karena sebagian besar dari mereka masih sangat muda. Mereka akan dididik agar tidak lagi terpengaruh paham ekstremisme.(dka/okezone)

loading...