Hanya karena bilang insyaAllah, pria muslim ini diusir dari pesawat



Islamophobia atau ketakutan terhadap agama Islam masih saja terjadi di beberapa negara di Eropa. Ini akibat adanya oknum-oknum teroris yang mengatasnamakan Islam dalam setiap aksi mereka.

Walaupun umat Islam dunia telah berkali-kali mengkampanyekan bahwa mereka tak ada hubungannya dengan teroris, Islamophobia masih saja terjadi, seperti kasus satu ini, dimana seorang mahasiswa asal Irak diusir dari pesawat karena dianggap sebagai ancaman.

Makhzomee

Khairuldin Makhzumi, seorang senior di Universitas Berkeley, di California, Amerika Serikat, akan melakukan penerbangan dari bandara Internasional Los Angeles ke Oakland. Saat menuju kedalam pesawat Ia sedang menelepon pamannya, bercerita tentang acara pidato oleh sekretaris jenderal PBB. "Saya sangat gembira bisa mengikuti acara tersebut, jadi saya menelepon paman saya untuk menceritakan hal tersebut." Katanya.

Makhzumi, 26, yang juga merupakan kontributor website berita The Huffington Post, tahu ada yang salah segera setelah ia selesai menelepon dan melihat seorang wanita yang duduk di depannya, tengah memperhatikannya. Ia baru ingat sesaat sebelum selesai menelepon, ia mengatakan akan meneleponnya kembali dengan mengucapkan "Insya Allah".

"Saat itu saya segera berfikir, semoga Ia tak melaporkan saya." Kata Makhzumi.

Makhzumi

Benar saja, seorang kru pesawat keturunan Timur Tengah mendatangi tempat duduknya dan mengawalnya keluar dari pesawat. Dengan bahasa Arab juga Ia berkata "Mengapa kamu berbahasa Arab di pesawat?"

"Saya berkata kepadanya, 'ini adalah yang disebut Islamophobia'. Yang membuatku sangat marah, adalah ketika tahu bahwa saya tak dapat kembali ke dalam pesawat," ujarnya.

Brandy King, juru bicara Southwest Airlines, mengatakan, "Kami menyesali kejadian ini."
Aparat kepolisian tiba tak lama setelah Makhzumi menuduh karyawan maskapai penerbangan anti muslim. Menurut seorang Agen FBI, Makhzumi kecewa atas tuduhan ini. Ia membantah tuduhan ini dan meminta diizinkan untuk kembali ke dalam pesawat.

southwest airlines

Namun, akhirnya dapat terbang dengan mengikuti jadwal penerbangan berikutnya, dan tiba di Oakland, delapan jam lebih lama dari yang dijadwalkan. Ia mengatakan tak akan menuntutSouthwest Airlines, namun ia ingin perusahaan meminta maaf kepadanya atas kejadian tersebut.

"Saya dan keluarga saya telah melalui banyak pengalaman serupa." Katanya. "Martabat manusia adalah hal yang paling berharga di dunia, bahkan uang. Jika mereka meminta maaf, mungkin itu akan mengajarkan mereka untuk memperlakukan orang secara sama." (Reza Alif)
loading...