Elektabilitas Ahok Terus Meroket Kebawah, Pengamat Prediksi Ahok Kalah


Elektabilitas Ahok Turun – Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, eletabilitas calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) semakin menurun. Jika elektabilitas terus menurun, Ahok diprediksi akan kalah dalam Pilgub DKI.

Pengamat politik Heri Budianto memprediksi jika elektabilitas yang dimiliki Ahok semakin menurun sampai masa pemilihan, diprediksi mantan Bupati Belitung itu akan kalah.

"Sekarang yang belum menentukan pilihan ada sekitar 23-28 persen. Nah itu besar. Jadi, justru kalau tren (Ahok) menurun, maka sisa 28 persen itu akan diraih sama calon pasangan lainnya. Karena figur menguat, makin hari makin menguat. Ini lampu kuning bagi petahana dan bisa kalah," ujarnya, Kamis (6/10/2016).

Selain itu, dengan sudah adanya calon gubernur yang resmi mendaftar, membuat masyarakat yang ragu untuk memilih jadi dapat menentukan pilihannya. Hal ini dinilai jadi salah satu faktor menurunnya elektabilitas Ahok

"Sehingga dengan adanya polarisasi pemilih, otomatis Ahok terdegradasi atau penurunan suara. Karena sudah ketahuan siapa pasangan dengan siapa, itu salah satu faktor elektabilitas Ahok makin hari makin menurun. Karena pemilih yang belum menentukan pilihan, dia kemudian sudah menentukan pilihan ketika ada calon yang pasti," paparnya.

Oleh karena itu, Heri menilai, pesaing Ahok pada pilgub nanti juga bertolak belakang dengan cagub petahana tersebut. Apalagi hingga sikap Ahok tidak berubah, dengan memiliki komunikasi yang kasar dan sering bicara sembrono seperti soal ucapan ikut Tax Amnesty berarti pengemplang pajak.

"Kedua calon yang diusung oleh partai ini adalah antitesa atau figur yang bertolak belakang dengan Ahok. Agus bawaannya tenang, Sylviana Murni juga. Anies Baswedan tenang, Sandiaga Salahudin Uno juga, berbeda dengan Ahok. Sehingga masyarakat DKI punya harapan baru terhadap pemimpin ke depan. Ditambah lagi selama ini perilaku Ahok itu juga tidak berubah, tetap menimbulkan gaya komunikasi politik yang kasar," ujarnya. (Okezone)

loading...