DPRD DKI Tolak Setujui Program Basmi Tikus, Pengganti Ahok Lanjut

Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Mohamad Taufik menilai anggaran untuk pembasmian hama tikus adalah mengada-ada. Ia pun menolak jika program tersebut dimasukkan ke dalam anggaran daerah 2017.

"Enggak ada itu. Dulu juga enggak ada itu. Ngarang-ngarang saja. Enggak bakal masuk itu. Mana ada itu rumusnya anggaran perburuan tikus," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu 29 Oktober 2016. 

Taufik mengatakan tidak akan menyetujui program tersebut meskipun diselipkan dalam dana satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI Jakarta. Apalagi, kata dia, memburu tikus adalah pekerjaan sia-sia dan berujung jadi sarang penyakit.

"Masa' tikus mau kalian buru. Enggak lah. Kecuali hama lain. Masih ada hama lain itu. Ngarang saja itu. Kasih tahu mereka, ngarang. Mau pencitraan mau ngarang, sama aja," ujar dia.

Pengumpulan tikus dinilai Taufik hanya mengundang penyakit. Taufik menggambarkan, jika tikus dikumpulkan di suatu kelurahan, tentu saja kelurahan tersebut akan jadi sarang penyakit, meskipun tikus itu langsung dibunuh atau dibuat pupuk.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono mengatakan program membasmi hama tikus di DKI Jakarta akan dilanjutkan. Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI non-aktif Djarot Saiful Hidayat menjanjikan imbalan Rp 20 ribu kepada penangkap tikus.

Untuk selanjutnya, Soni akan memasukkannya ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Apalagi, kata Soni, anggaran DKI Jakarta terbilang besar, bisa mencapai Rp 70 triliun.

Meski didukung oleh pelasana tugas, Taufik tetap tidak sepakat. Menurut Taufik, jika tujuannya untuk memberikan insentif kepada masyarakat, Pemprov DKI Jakarta bisa menggunakan cara lain. "Soni silakan saja setuju, kalau kita bilang enggak, Bagaimana?" ujar Taufik. (#/SuaraNetizen)

loading...