Din Syamsuddin: Gak boleh ada yang menafsirkan ajaran agama lain, hal ini sensitif



Din Syamsuddin (Net)

Jakarta – Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin meminta masyarakat untuk tak melakukan penafsiran terhadap ajaran agama lain.

Hal ini terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Gak boleh ada yang menafsirkan ajaran agama lain. Hal ini sensitif,” kata Din Syamsuddin di Kantor CDCC, Jalan Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016).

Din mengatakan, dalam Pilkada saat ini, masalah kecil bisa dipelesetkan menjadi besar, terutama yang menyangkut soal agama.

“Penafsiran yang salah, justru akan menimbulkan kegaduhan yang tak penting,” ujarnya.

Din Syamsuddin pun meminta masyarakat untuk memaafkan Ahok dan tidak memperpanjang masalah ini.

“Jangan ada yang mempermasalahkan hal ini. Biarkan penegak hukum yang memprosesnya,” tutup Din Syamsuddin.
loading...