Dicatut Ikut Demo 4 November, IPNU Tasikmalaya Layangkan Somasi ke Koran Kabar Priangan

Tasikmalaya, NU Online

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajaran Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat keluarkan Surat Pernyataan Sikap atas terjadinya pencatutan nama IPNU dalam "Aksi Bela Islam", Jumat (28/10) lalu.

Pencatutan nama IPNU tersebut tercantum dalam surat Kabar Priangan pada halaman satu terbitan Sabtu-Ahad (29-30/10). Yang didalamnya menerbitkan berita tentang Aksi Penistaan Agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. 

Hal ini langsung disikapi dengan tegas oleh Saepul Malik selaku Ketua PC IPNU Kota Tasikmalaya. Isi pernyataan tersebut diantaranya. Dengan ini menyatakan bahwa:

1. Berdasarkan Instruksi PBNU bahwa warga NU supaya tidak ikut aksi.

2. Sesuai dengan Rapat PCNU Kota Tasikmalaya pada Kamis (27/10) yang berisi menguatkan instruksi dari PBNU untuk disebarkan kepada Banom, Lembaga, MWCNU, Ranting NU dan warga NU yang ada di Kota Tasikmalaya.

3. PC IPNU Kota Tasikmalaya tidak ikut-ikut aksi pada Jumat (28/10).

Dengan adanya berita di Surat Kabar Priangan Halaman 1, terbitan Sabtu-Ahad  (29-30/10), tercantum nama IPNU ikut aksi,  maka kami mengambil sikap tegas:

1. Kabar Priangan harus meminta maaf atas tercantumnya nama IPNU pada aksi hari Jumat (28/10) secara tertulis dan dimuat satu hamalan penuh di koran.

2. Menuntut kepada Kabar Priangan untuk meralat berita yang telah terbit pada Sabtu (29/10/2016) karena IPNU tidak ikut aksi pada hari Jumat (28/10).

“Sebelum membuat surat pernyataan kami juga telah menghubungi lewat telpon kepada dua wartawan yang menulis berita tersebut. Dan Surat pernyataan pun langsung kami sampaikan kepada Pimpinan Redaksi Kabar Priangan Kota Tasikmalaya, Duddy RS,” ujar Saepul. 

Ia juga menambahkan kalau pernyataan tersebut tidak ditanggapi, maka akan mengerahkan seluruh anggota dan kadernya untuk datang ke kantor Kabar Priangan dan akan melaporkannya ke ranah hukum. (Agum Gumilar/Fathoni/NU Online)

loading...