Banyak Dikritik, Yusuf Mansur hapus Videonya yang Tangisi Nusron Pelototi MUI di ILC




Permasalahan video Ahok yang dianggap melecehkan surat Al Maidah ayat 51, kemarin dibahas di dalam sebuah acara di televisi.

Dalam kesempatan itu, terlihat Nusron Wahid menyudutkan MUI yang mengatakan bahwa MUI sekalipun bukanlah orang yang paling benar dalam menerjemahkan makna dari surat yang dimaksud.

"Umat Islam itu memang biasa ramai, ramainya umat Islam itu selalu disebabkan oleh dua hal, kalau gak salah paham, pahamnya salah. Saya ingin menegaskan di sini, yang namanya teks apa pun itu bebas tafsir bebas makna. Yang namanya AL-Quran, yang paling tahu Al-Quran itu sendiri adalah Allah SWT dan Rasul-Nya. Bukan MUI, bukan Ahmad Dhani bukan Daniel Simanjuntak. Juga bukan saya. Kebenaran datangnya dari Allah SWT. Itu ilmu tafsir," ujarnya.

Ia melanjutkan, yang paling tahu tentang teks adalah orang yang membuat teks itu sendiri.

Dalam ilmu sastra, Mas Fadli adalah senior saya di UI.

Ada namanya proses kreatif, yang paling tahu tentang makna puisinya Taufik Ismail ya Taufik Ismail. Bukan kita menerjemahkan seakan-akan.

"Majelis Ulama Indonesia membuat keterangan itu yang katanya dijadikan lisensi, apakah sudah melakukan tabayyun. Datang kepada Ahok atau memanggil Ahok menanyakan apakah maksudnya seperti itu? Tabayyun itu harus memanggil orangnya, bukan berpendapat sendiri. Itu Tabayyyun," ujarnya sambil melotot ke arah Wakasekjen MUI, Tengku Zulkarnaen.

Menyaksikan apa yang dilakukan Nusron Wahid, Ustaz Yusuf Mansur bereaksi dengan menyindir melalui sebuah video, hingga ia mencurahkan air mata.

Video itu menjadi viral dan dibagikan hingga 14 ribu kali.

Dalam video yang diunggah akun Ruslan Abdul Gani itu, Yusuf Mansur berpesan jangan bersikap buruk ke ulama:

"Bismilahirrahmanirrahim, kepada adik-adik yang ada di Indonesia. Para remaja. Jangan ya, jangan ditiru, melotot ke ulama. Jangan ditiru. Sesalah-salahnya ulama itu sebenar-benarnya kita. Jangan ditiru, suka maki-maki orang jangan ditiru. Yang suka bilang orang bodoh, goblok, jangan ditiru. Jangan ditiru ya nak, jangan. Ustaz juga banyak kesalahan (menunjuk dirinya). Niru ustaz juga yang baik-baik aja. Yang buruknya jangan ditiru, jangan. Gak ada orang yang gak punya keburukan."

Meski sempat diunggah ke akun Instagram miliknya @yusufmansurnew, Ustaz Yusuf Mansur langsung menghapus video tersebut.

Ahok minta maaf

Sebelumnya, Ahok mengucapkan permintaan maaf kepada umat Islam terkait ucapannya yang dinilai sejumlah pihak melecehkan kitab suci.

Ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah orang yang anti atau memusuhi agama tertentu, termasuk Islam.

"Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10/2016).

Oleh karena itu, Ahok meminta agar polemik mengenai ucapannya itu tak lagi diperpanjang. Ia pun berjanji tidak akan lagi menyinggung ayat kitab suci.

Ucapan Ahok yang dianggap banyak pihak menyinggung isi Al Quran disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Saat itu, ia menyatakan tidak memaksa warga Kepulauan Seribu untuk memilih dirinya pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pernyataannya itu disertai ucapannya yang mengutip bunyi surat Al Maidah ayat 51.

Menurut Ahok, ucapannya itu murni tafsiran pribadinya. Namun, ia menyatakan tidak ada maksud untuk menyinggung.
loading...