Bambang Widjojanto: Ada pembusukan di KPK. Akhirnya lembaga ini tidak dipercaya


Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengungkapkan, ada sejumlah upaya yang dilakukan pihak tertentu untuk melemahkan institusi KPK. Menurut Bambang, modusnya dengan cara menaruh orang tak kredibel di internal KPK. Cara itu pun sudah sangat terasa ketika di eranya. Alhasil, semakin lama, KPK kehilangan kepercayaan publik.

"Ada pembusukan dari dalam KPK. Akhirnya lembaga ini tidak dipercaya," kata Bambang saat menghadiri acara peluncuran buku Jangan Bunuh KPK yang ditulis mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana di Puri Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 28 September 2016.

Selanjutnya, kata Bambang, dengan cara menggulirkan wacana revisi undang-undang KPK dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Menurut Bambang, wacana itu tak pernah jelas arahnya. Kerap dimunculkan, hilang, namun muncul kembali.

"Sehingga membuat konsentrasi KPK terganggu," kata Bambang.

Hal senada disampaikan Denny melalui video Skype saat peluncuran buku yang ditulisnya itu. Denny mengatakan bahwa upaya revisi UU KPK dan Pemberantasan Tipikor yang terus bergulir tidak pernah benar-benar serius untuk menguatkan lembaga antikorupsi tersebut.

Justru sebaliknya, banyak elite yang berniat menggembosi kewenangan lembaga antirasuah itu melalui perubahan undang-undang.

"Karena jika kewenangannya diamputasi dan dilemahkan akan berdampak pada kinerja komisi antikorupsi," kata Denny.

Menurut Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, KPK seharusnya diakomodasi melalui Undang-Undang Dasar. Sehingga semakin kuat keberadaannya.

© VIVA.co.id
loading...