Anies Nilai Program Basmi Tikus Rp 20 rb Berdampak Negatif Seperti di India

   

Anies Baswedan berorasi saat Deklarasi Posko Relawan Pemenangan Jakarta Pusat Anies-Sandi, Jumat (30/9).

JAKARTA - Tentang wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan menerapkan program basmi tikus, yang mana satu ekornya dihargai Rp 20.000, mendapat tanggapan Anies Baswedan.

Menurut cagub yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra itu menghendaki agar program tersebut dipelajari dulu.

Mengapa? Anies pun mencontohkan saat India memiliki program membasmi kobra. Pemerintah India berani membeli hewan dengan bisa mematikan tersebut dari masyarakat.

Tapi sayangnya program tersebut justru malah berdampak negatif. Masyarakat India justru malah beramai-ramai membiakan kobra.

"Akhirnya pemerintah kewalahan dan menghapus program tersebut. Lalu yang terjadi para peternak melepas semua kobra," ucap Anies kepada awak media saat berkunjung ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (21/10).

Akibatnya wabah kobra justru kian parah melanda sejumlah tempat di India. Hal yang sama pernah terjadi di Vietnam dan Thailand. Hal ini, kata Anies, perlu menjadi pelajaran.

"Pokoknya perlu dipelajari lagi. Saya bilang ini kan masih dikaji, saya tunggu saja," kata Anies. (JTN/SuaraNetizen)

loading...