Ahok: Saya sekarang sudah jinak, jarang marah marah

  

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

GUBERNUR DKI Jakarta sekaligus calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklaim dirinya sudah tidak pernah lagi marah-marah. Demikian disampaikan Ahok saat menghadiri acara deklarasi dukungan Relawan Badja (Basuki Djarot) Darma untuk Ahok-Djarot.

"Saya pikir ini memang benar, pekerjaan rumahnya banyak, tapi yang pasti tidak bakal deg-degan lagi lah. Coba lihat, setahun terakhir ini kan saya jarang marah-marah. Sudah jinak kok sekarang, jadi sekarang saya sudah belajar bagaimana menahan amarah, kadang-kadang memang tidak mudah," di rumah Relawan Badja Darma di Jakarta, Minggu (23/10).

Ahok pun sempat berkelakar dengan mengatakan saat ini dosis obat yang diminumnya lebih tepat. Ia juga meminta kepada warga Jakarta untuk menegur dan mengingatkannya ketika ada sesuatu yang tidak berkenan dari dirinya.

"Dosis obat saya sekarang lebih tepat, jangan khawatir. Kalau dulu satu tablet, emosinya masih tinggi. Jadi perlu ditambah setengah lagi. Minimal ingatkan kami terus dalam doa, tegur saja," tandasnya.

Ia mengaku kerap kali menggunakan kata-kata yang kurang sopan karena kebiasaannya di kampung halamannya di Belitung Timur, Bangka Belitung. Meski kerap bersikap emosi, ia mengaku tidak pernah memaki orang dengan sebutan binatang atau 'bahasa Ragunan'.

"Semarah apa pun saya tidak pernah menggunakan bahasa Ragunan. Sekarang saya belajar banyak hal kalau masyarakat suka yang seperti itu (santun), kita setuju. Sebagai pejabat harus bersedia apa saja asal masyarakat senang," paparnya.

Pada kesempatan itu, Ahok mengatakan target utamanya bersama dengan Djarot di DKI Jakarta ialah membangun karakter manusianya. Ahok mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jakarta saat ini mencapai 78,99%. Itu artinya, sambung Ahok, Jakarta hanya kurang 1,01 dari standar dunia.

"Kalau dunia yang bagus itu 80%. Kita kurang 1,01 (%)," pungkasnya.

Secara terpisah, Wakil Gubernur Petahana Djarot Saiful Hidayat menyambut baik dukungan yang diberikan relawan ibu-ibu yang tergabung dalam Badja Darma. Dirinya mengaku optimistis bisa kembali menakhodai bersama Ahok di Ibu Kota hingga 2022 mendatang.

"Jadi ini baik ya, yang deklarasikan ibu-ibu. BaDja Darma artinya secara fisolosi kebaikan, jadi Basuki-Djarot untuk kebaikan Jakarta, ini semakin menambah optimisme kami untuk bisa menuntaskan pembangunan di Jakarta, jadi ini maknanya," kata Djarot.

Djarot menjelaskan, dalam agenda ke depan, Pemprov DKI akan lebih memperhatikan pembangunan manusia. Djarot mengaku, akan menghilangkan perbedaan antara orang kaya dan orang tidak mampu. Hal tersebut akan direalisasikan juga dengan cara menargetkan pembangunan tempat layak huni di DKI.

"Yang dibangun oleh kita adalah manusia Jakarta seutuhnya, yang saya sebut dengan pembangunan yang berpusat pada manusia, makannya sasaran kita bagaimana IPM di Jakarta itu semakin meningkat, target kami paling tidak satu dua tahun ke depan, 2018 kita sudah mencapai seperti kota-kota besar di dunia, yaitu indeksnya 80, termasuk juga kita ingin semakin menurunkan tingkat ketimpangan, oleh sebab itu kita lebih berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah," pungkasnya. (OL-4/MediaIndonesia)

loading...