10 tahun bebas dari Penjara, Sumanto Kanibal ditolak warga, ini yang dilakukannya sekarang


SuaraNetizen.com - Masih ingat dong dengan nama Sumanto? Pria itu sempat menghebohkan negeri ini dengan aksi kanibalnya memakan daging manusia beberapa tahun silam. Akibat perbuatannya, ia pun dijatuhi hukuman selama 5 tahun pada 2003 lalu.
Kini, Sumanto yang asal Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, sudah menghirup udara bebas sejak tahun 2006 lalu. Lalu bagaimana kehidupan Sumanto saat ini?
Setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purwokerto, Sumanto tak langsung dipulangkan ke kampung halamannya. Mengapa? Itu karena terjadi penolakan dari warga desa.
Kini Sumanto hidup di Rumah Sakit Khusus Mental yang berlokasi di Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga. Dia diberikan kamar khusus yang ditinggali sendiri, tanpa ada pasien lain, dan dibantu oleh perawat khusus.
Di tempat tersebut, pria lima bersaudara itu diberikan sejumlah keahlian dan keterampilan, mulai dari mengelas sampai mengasah batu.
"Kadang ngasih makan burung, nyabut rumput, nyapu halaman," kata Sumanto dalam sebuah wawancara bersama stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu.

Namun ada hal lain yang menarik dari pria kelahiran 3 Maret 1972 itu. Sumanto kerap menjadi pembicara dalam acara pengajian di berbagai tempat, bahkan sampai ke luar negeri seperti Eropa dan Hong Kong.
Ya, di depan khalayak luas Sumanto menceritakan kisah hidupnya. Mulai dari alasan menjadi kanibal, ketakutan warga baik di Lapas atau masyarakat yang gelisah pada kehadirannya di kampung halaman.
Dikutip dari otonomi.co.id, pada 2006, Sumanto dinyatakan bebas. Namun kebebasannya tak disambut baik masyarakat, terutama warga desanya. Terhitung sebanyak lima kali Sumanto keluar masuk Lapas karena penolakan tersebut.
Bingung, akhirnya pihak Lapas kembali menampungnya sementara waktu, sampai ada orang yang mau menerima dan memberikannya tempat tinggal.
Ke mana orangtuanya? Ternyata kedua orangtuanya juga menolak halus merawat Sumanto karena alasan ekonomi. Bahkan hampir semua orang sakit juga menolak Sumanto, karena dinilai menakutkan dan tak ada keuntungan bila merawatnya.
Namun Sumanto beruntung, karena ada 'malaikat' yang mau mengulurkan tangannya. Adalah Kyai Haji Supono Mustajab yang juga pemilik Rumah Sakit Khusus Mental. Ya, dia adalah pemilik tempat tinggal Sumanto saat ini.
"Kenapa saya ambil Sumanto, karena saya melihat keluarga Sumanto miskin, sangat miskin. Saya menangis waktu melihat rumahnya. Enggak ada pikiran bakal terkenal. Bagaimana sih nangani yang berat, andaikata sembuh istimewa. Jadi alasannya ibadah. Dan ternyata Sumanto mudah dipelajari," kata Supono seperti dikutip laman Brilo.net.
Urusan makan, Sumanto ternyata memiliki selera yang tinggi. Sumanto kini punya makanan favorit yaitu nasi dan sayur-mayur. Meski terkadang, dia memiliki hasrat makan yang besar, seperti kemampuannya menghabiskan 200 tusuk sate.
Lalu sampai kapan Sumanto akan tinggal di rumah sakit jiwa itu? Sumanto sudah menjadi tanggungan rumah sakit sampai dia menutup usia. (Otonomi/galamedia/SuaraNetizen)
loading...