Warga Depok Beli Motor Sport 32 juta pakai uang receh 1000'an, Pegawai Diler Kewalahan Ngitung


DEPOK – Pegawai diler motor Honda Motocare Jalan Raya Sawangan No 5, Depok terlihat sibuk. Bukan karena melayani pelanggan yang datang membeli motor, namun mereka sibuk menghitung uang receh yang dibawa konsumen saat ingin membeli motor.

Seorang konsumen menggunakan pecahan uang koin Rp1.000 saat akan membeli motor. Hal itu membuat karyawan berkeringat karena harus menghitung uang receh tersebut hingga Rp32 juta.

Koordinator Sales Mia Sisilia mengatakan, salah seorang konsumen Setiadi warga Komplek Pancoranmas Permai Blok H 9, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoranmas, ingin membeli sepeda motor Honda jenis CBR Repsol 150 cc dengan uang pecahan Rp1.000. Sesuai standar operasional prosedur, pihaknya tetap melayani konsumen selama uang tersebut masih berlaku di Indonesia.

“Harga motor seharga Rp33 juta, dan kami sudah melakukan pembicaraan sejak dua bulan lalu,” ujar Mia di lokasi, Selasa (27/9/2016).

Mia menjelaskan, pada Minggu 25 September 2016, konsumen yang diwakilkan anaknya mendatangi showroom dengan mengendari sebuah mobil guna membawa uang pecahan tersebut yang dibungkus dalam 14 kantong plastik dan satu ember cat berkuran 25 kilogram dengan total Rp32 juta. Lalu, pada Senin 26 September 2016 pukul 09.00, Mia mulai melakukan penghitungan dengan dibantu enam karyawan lainnya.

Pembelian dengan mengunakan uang pecahan tidak hanya kali ini saja, sambung Mia, sebelumnya sekira pada 2013, showroom tempatnya bekerja menerima konsumen yang membeli sepeda motor dengan uang pecahan Rp2.000, dan proses penghitungannya dilakukan selama dua hari.

“Waktu itu konsumen yang membeli sepeda motor berprofesi sebagai penjual bakso,” jelas Mia.

Dalam melakukan penghitungan, pihaknya sempat mengalami kesulitan dan harus teliti agar tidak terjadi kesalahan. Menurutnya, konsumen akan melunasi sisa pembayaran setelah motor tersebut telah dikirim ke rumahnya. 

“Kami sempat kaget, konsumen membeli kendaraan dengan uang Rp1.000, namun kami harus siap dan berusaha memberikan pelayanan sebaik mungkin,” kata Mia. (san) (ton/okezone) 

loading...