Pengamat: Ahok-Djarot Akan Bertekuk Lutut Di Hadapan Agus-Sylviana


SuaraNetizen.com - Jika tak ada aral melintang, Pilkada DKI 2017 akan menjadi pertarungan tiga pasang kandidat yang telah mendaftarkan diri KPU DKI, yakni pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, serta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Yang menarik dari Pilkada DKI tahun depan adalah munculnya pasangan Agus-Sylviana, yang boleh dikatakan keduanya adalah sosok yang jauh dari dunia politik. Agus yang notabene adalah seorang militer dan Sylviana sebagai birokrasi, diprediksi banyak pihak hanya akan menjadi penghias pesta demokrasi lima tahunan itu.

Lalu bagaimana sebenarnya kans Agus-Sylviana melawan dua kandidat lainnya?

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Agus-Sylviana punya kans dan membuat Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga akan bertekuk lutut.

"Pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga akan bertekuk lutut di hadapan Agus-Sylviana," kata Pangi lewat pernyataan tertulisnya kepada Netralnews.com,Minggu (25/9/2016).

Lantas apa yang menjadi keunggulan dari Agus, anak sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Sylviana, mantan anak buah Ahok itu?

"Kalau kita telaah dan cermati secara mendalam, Agus bukan calon ayam sayur. Baik Ahok maupun Anies bukan berhadapan dengan sosok Agus, namun berhadapan langsung dengan mantan Presiden SBY dua periode," sambungnya.

"SBY langsung turun gunung dan mendampingi Agus, kita tahu SBY ahli strategi, sekaligus guru politik Agus di lapangan," sambungnya.

Selain latar belakang pendidikan Agus di militer dan parasnya yang tampan, disebut Pangi menjadi modal yang sangat besar untuk membuat Ahok dan Anies bertekuk lutut.

"Agus lulusan Akmil terbaik, intilegensi menonjol, menyelesaikan studi di Harvard, idola baru emak-emakkarena ganteng," ungkapnya.

Sementara itu Sylviana selaku pendamping Agus juga tidak bisa dikatakan anak kemarin sore. Pengalamannya di birokrasi menjadi keunggulan yang patut untuk diperhitungkan.

"Sementara sosok Sylviana jam terbangnya di birokrasi tak perlu diragukan, Sylviana ialah birokrat Betawi yang paling mengakar (grassroot) saat ini, bahkan melebihi Saefullah. Bukan tidak mungkin Foke-connection kembali mengeliat, electoral voter-nya hampir dipastikan bisa mengambil basis birokrasi dan pemilih pemula," demikian Pangi menjelaskan. (Netralnews)

loading...