Kisah Haru Manusia Penyelamat Kucing dari Perang Suriah


Mohammad Alaa Aljaleel yang dikenal sebagai Manusia Kucing Aleppo karena telah menolong dan merawat lebih dari 100 kucing. metro.co.uk

SuaraNetizen.com - Perang yang berkecamuk di kota Aleppo, Suriah memaksa jutaan penghuninya mengungsi meninggalkan rumah mereka mencari tempat yang aman. Bagaimana dengan hewan peliharaan mereka yang terpaksa ditinggalkan? Misalnya saja kucing.

Ada yang meninggalkan kucingnya begitu saja, namun ada juga yang berusaha mencari tahu tempat berlindung hewan peliharaan mereka selama mereka mengungsi di luar Aleppo. 

Diberitakan tempo.co, Mohammad Alaa Aljaleel menjadi penyelamat bagi kucing-kucing liar dan ditinggalkan majikannya di Aleppo. Mohammad dengan penuh kasih sayang mengambil kucing-kucing liar dan ditinggalkan majikannya di sekitar Aleppo dan dibawanya ke tempat penampungan yang dibuatnya.

"Beberapa orang begitu saja meninggalkan mereka pada saya karena tahu saya menyayangi kucing," kata Mohammad seperti dikutip dari Metro, 27 September 2016.

Sejak perang saudara merebak di Suriah tahun 2011, Mohammad sudah menyelamatkan 20 kucing. Setahun kemudian, jumlah kucing yang ia rawat di tempat penampungan khusus di Aleppo lebih dari 100 kucing.

"Kucing liar di Aleppo, atau kucing peliharaan yang ditinggalkan oleh warga, kami lindungi mereka di tempat penampungan kecil ini," kata Mohammad saat diwawancarai oleh BBC Panorama.

Mohammad memberi makan lebih seratus kucing setiap hari dengan mengisi makanan di dalam masing-masing mangkok sesuai jumlah kucing. Ia menaruh  mangkok berjajar rapi. Kucing-kucing itu makan dengan lahap.

Ia mengambil foto kucing-kucing yang dititipkan warga Aleppo dengan kamera di telepon selulernya untuk kemudian dikirim ke sipemilik kucing. Mohammad ingin memastikan si pemilik kucing tahu kucing piaraannya dirawat dengan baik.

"Berjanjilah kamu akan memberikan kembali kucing saya begitu saya kembali nanti ke Aleppo," kata seorang warga kepada Mohammad melalui pembicaraan di telepon selulernya.

Saking sayangnya kepada kucing, Mohammad berjanji tidak akan meninggalkan seluruh kucing yang dirawatnya sekalipun sebagian besar teman-temannya telah mengungsi dari Aleppo.

"Sejak setiap orang meninggalkan negara ini, termasuk teman-teman saya, kucing-kucing menjadi teman saya disini. Saya katakan, saya akan disini bersama mereka tak peduli apa yang terjadi," ujar Mohammad.

Sebelum perang saudara pecah di Suriah, Mohammad seorang tukang listrik. Sejak perang pecah ia beralih menjadi supir ambulans di kota Aleppo, menyelamatkan orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Mohammad  yakin akan putusannya merawat kucing-kucing itu dan tak berniat meninggalkan mereka.

"Seseorang yang memiliki kasih sayang di hatinya kepada makhluk hidup , ia memiliki kasih sayang kepada setiap kehidupan," tutur Mohammad.

loading...