Jika Terpilih, Trump Janji akan Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel


SuaraNetizen.com - Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump, Minggu (25/9), dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, berjanji akan mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel jika dia terpilih sebagai Presiden AS.

Netanyahu bertemu secara pribadi dengan Trump di kediamannya di Trump Tower, sehari sebelum miliarder itu berhadapan dengan kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton dalam debat kandidat pertama Pemilu AS.

"Trump mengakui bahwa Yerusalem telah menjadi ibu kota warga Yahudi selama 3 ribu tahun dan bahwa AS di bawah pemerintahan Trump akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota negara Israel," ungkap tim kampanye Trump dalam sebuah keterangan tertulis.

Israel merebut paruh Yerusalem yang dikuasai Arab dalam Perang Arab-Israel pada 1967, dan menganeksasinya pada 1980 dengan mendeklarasi kota itu sebagai Ibu Kota Israel.

AS dan mayoritas anggota PBB tidak mengakui aneksasi itu dan memandang status final Yerusalem sebagai masalah kunci yang harus diselesaikan dalam perundingan damai antara Israel dan palestina.

Kongres AS menyetujui aturan pada Oktober 1995 yang meminta agar Yerusalem diakui sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Namun, hingga kini, tidak ada Presiden AS yang menyetujui aturan itu karena memandang aturan itu sebagai pelanggaran terhadap otoritas eksekutif terkait kebijakan luar negeri AS. (AFP/OL-3/MediaIndonesia)

loading...