Demo Buruh Kepung Balai Kota DKI, Tuntut Upah Naik dan Tolak Ahok


SuaraNetizen.com - Ribuan buruh yang berunjuk rasa mulai tiba di Balai Kota DKI Jakarta. Salah satu tuntutannya, menolak Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Para buruh yang tiba langsung mendapat pengawalan dari personel polisi yang berjaga. Pantauan Kompas.com, Kamis (29/9/2016), massa buruh tersebut tiba sekitar pukul 10.00 WIB.

Setelah tiba, pimpinan unjuk rasa di lokasi mengatur formasi buruh untuk menghadap arah kantor Ahok tersebut. Sambil membawa bendera serikat buruh, ratusan buruh itu mengawali aksi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Berbagai spanduk bertuliskan aspirasi buruh juga dibawa. Misalnya bertuliskan "Upah Minimum 2017 Naik Rp 650.000" dan "Tolak Gubernur Yang Tukang Gusur dan Diduga Korupsi RS Sumber Waras, Lahan Cengkareng, dan Reklamasi".

Para buruh menuntut Ahok untuk menghapus upah murah di Jakarta. Buruh meminta kenaikan upah minimum provinsi (UMP) dari yang sekarang DKI Rp 3.100.000, ditambah Rp 650.000.

"Sudah cukup DKI upah di bawah Karawang dan Bekasi, hari ini kita menuntut kenaikan upah Rp 650.000," kata salah satu orator aksi, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis siang. (Baca: Ini Rekayasa Lalu Lintas Saat Buruh Berunjuk Rasa di Jakarta)

Aksi ini mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Lalu lintas depan Balai Kota masih dibuka bagi kendaraan namum hanya separuh jalur. Pihak kepolisian mengawal ketat aksi tersebut. (Kompas.com)

loading...