Wow, 6.000 PNS DKI Tidak Hadir di Hari Pertama usai Libur Lebaran

  

Jakarta - Dari data sementara kehadiran pegawai negeri sipil (PNS) DKI, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 6.072 PNS yang tidak hadir. Artinya sebanyak 15,2 persen dari total jumlah PNS non guru sebesar 39.913 orang, tidak masuk kerja.

Kemudian sebanyak 1.733 PNS dinyatakan terlambat hadir kerja, dari jam masuk kerja yang ditetapkan 07.30 WIB. Dengan kata lain, ada sebanyak 4,3 persen dari total jumlah PNS non guru sebanyak 39.913 WIB.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan meski masih data sementara, dia menilai data kehadiran PNS DKI tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Karena jumlah PNS yang tidak hadir masuk kerja pada hari pertama masih bisa berkurang mengingat mesin absen banyak yang dalam keadaan oflline.

“Data ini masih sementara, karena masih banyak mesin yang offline. Dan akibatnya, banyak PNS yang melaporkan secara manual. Jadi belum tentu sebanyak 6.072 PNS itu nggak masuk kerja. Bisa saja masuk, tetapi tidak tercatat, karena sistem mesin absennya sedang offline. Sehingga jumlah PNS yang nggak masuk kerja hari ini belum tentu sebesar itu, bisa saja berkurang,” kata Djarot seusai sidak di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (11/7).

Baik PNS yang tidak hadir dan telat masuk kerja pada hari pertama kerja seusai libur panjang Lebaran, tetap diberikan sanksi berupa pemotongan Tunjangan Kinerja Dinamis (TKD). Namun, besaran pemotongan TKD antara PNS yang tidak masuk kerja dengan PNS yang terlambat masuk kerja berbeda satu sama lain.

“Bagi yang telat maupun tidak hadir masuk kerja pada hari pertama ini, pastinya kena sanksi berupa pemotongan TKD. Ya besaran pemotongan TKDnya beda banget,” ujarnya.

Kepala BKD DKI Jakarta, Agus Suradika mengatakan untuk pemotongan TKD bagi PNS yang terlambat masuk sudah ada rumusnya berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 108 tahun 2015 tentang TKD.

“Ada rumusnya. Jadi misalnya dia telat 20 menit. Perhitungannya, 20 menit dibagi 300 menit dikali poin hari itu berapa. Hasilnya itu TKD yang dipotong,” terang Agus.

Berdasarkan data BKD DKI, total jumlah PNS di DKI mencapai 72.697 orang. Dari jumlah tersebut terbagi menjadi dua, yaitu PNS non guru sebanyak 39.913 dan PNS Guru sebanyak 32.784 orang.

Jumlah kehadiran PNS Non Guru pada hari pertama masuk kerja ada sebanyak 33.841 orang dan tidak hadir sebanyak 6.072 orang. Yang datang tepat waktu sebanyak 32.108 orang dan terlambat 1.733 orang.

Sedangkan, PNS guru yang hadir pada hari pertama kerja sebanyak 530 orang dan tidak hadir sebanyak 32.254 orang. Yang datang tepat waktu sebanyak 467 orang dan terlambat sebanyak 63 orang.

“Guru yang masuk kerja tersebut karena masih ada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Selebihnya tidak masuk, karena masih libur tahun ajaran baru,” jelasnya. (Beritasatu)

Banyak netizen yang menanggapi bolosnya para PNS di hari pertama masuk usai libur lebaran, diantaranya:

Adhie Agung P: Gaji PNS DKI sudah tinggi ...dpt THR  tapi masih ada oknum yg belum bisa meninggalkan kebiasaan lama ....yg belum bisa meninggalkan kebiasaan lama seharusnya di tinggal....sayang duit pajak  buat bayar oknum begituan

Budi Haryanto Slamet: ya dipecat kecuali yg sakit atau meninggal .

Melana Lana: Entar kalo di tanyain,kenapa gk hadir,atau terlambat...pasti jawabnya jalan macet pak,,lelah pak macet sehari ni aja baru smp dari kampung....hh

Nurmalina: Pecat aja udh dikasih libur 9 hari masih mau nambah, enak aja,saya udah tua begini terlambat masuk kantor aja malu setengan mati,apa lagi bolos memalukan

Omeng Harahap: Pecat aja pak..itu berlakukanlah sama ke seluruh nusantara kita ini,masa kalah sama kami karyawan swasta kalau telat masuk di hari pertama kerja langsung pecat,lembek kali bah pemeritah ne!,capek2 kerja bayar pajak buat bayar gaji tu Pn* bisa2nya dia molor kerja,kalau kami telat bayar pajak di amnesti atau di denda jadi mereka mau di apakan pak?...

loading...