Universitas Islam Terbesar di India himbau Umat Islam Jauhi Ceramah Zakir Naik


UTTAR PRADESH – Universitas Darul Uloom Deoband, salah satu Universitas Islam terbesar di dunia yang terletak di kota Uttar Pradesh India, telah mengeluarkan beberapa fatwa terkait penceramah kontroversial, Zakir Naik. Diantaranya adalah sebaiknya umat Islam menghindar dari mendengarkan ceramah Zakir Naik.

Menurut sebuah laporan, tanggapan utama yang diberikan Darul Uloom adalah bahwa Zakir Naik itu seorang ‘Ghair Muqallidin’ yang berarti seseorang, atau pengkhotbah yang persepsi Islamnya tidak sejalan dengan empat madzhab yang dominan dalam Sunni Islam yaitu meliputi Hanafi, Hambali, Syafi'i dan Maliki. 

“Saya tidak setuju dengan pendekatan polemik (yang dilakukan)nya. Islam adalah agama dialog. Sejauh sumber yang bersangkutan, ia memiliki garis ideologi Salafi (Wahabi),” kata Akhtarul Wassey, profesor studi Islam di Jamia Millia Islamia. Salafisme mengacu kepada gerakan fundamentalis dan agresif dalam Islam meski menurut Wassey sendiri Naik tidak lantas terang terangan menunjukkan hal itu dalam khotbah-khotbahnya.

Darul Uloom sendiri sebelum kasus Zakir Naik menjadi heboh, sudah mengeluarkan fatwa menentang Naik pada tahun 2007.

“Pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh Dr Zakir Naik menunjukkan bahwa ia adalah seorang pengkhotbah dari Ghair Muqallidin, berpemikiran bebas (salafi) … seseorang tidak seharusnya bersandar pada khotbahnya,” demikian bunyi salah satu fatwa Darul Uloom yang dimasukkan sebagai ” fatwa nomor 1541/1322 = B / 1429 “dalam daftar fatwa resmi.

Fatwa lain, nomor 352 = 363 / B berbunyi, “pengetahuannya tentang agama adalah ‘tidak dalam’, ‘tidak dapat diandalkan’ dan disarankan bahwa umat Islam sebaiknya menghindar dari mendengarkan (khotbah)nya.


Hal ini meskipun mungkin Naik mampu membaca dan menghapal beberapa ayat al-Qur’an dan bisa mengutip beberapa hadits dari Nabi Muhammad.

“Kami tidak akan membahas apakah Zakir Naik memahami al-Quran atau tidak. Tidak, kami tidak mengatakan itu. Kami mengatakan bahwa penting untuk mengikuti satu Madzhab atau lainnya, semuanya sama-sama benar,” ungkap Abur Rahman Qasimi, mantan mahasiswa Darul Uloom dan pendiri madrasah Hidaya Meerat.

Zakir Naik telah memonopoli sorotan media karena pandangannya mendukung teroris Osama Bin Laden dan organisasi teroris al Qaeda. Sebuah pidato di mana ia memuji Laden muncul kembali ketika terungkap bahwa salah satu dari tujuh militan yang terlibat dalam serangan kafé Dhaka mendapat inspirasi dari pidato-pidatonya.

  
Pemerintah Maharashtra dan Pusat telah mulai mengambil beberapa tindakan, diantaranya dengan mengerahkan sembilan tim penyelidikan dari badan keamanan top di India untuk menyelidiki Naik. Pidato, CD, dokumen publik dan posting media sosial kini sedang diperiksa. Pendanaan asing yang mengalir untuk Naik juga telah diperiksa. (Ar/SN)

loading...