Turki Larang Wartawan Asing Memasuki Istanbul ketika terjadi Kudeta


SuaraNetizen.com - Ketika terjadi upaya kudeta Turki, wartawan dari chanel REN TV Rusia, ditahan di bandara Istanbul dan tidak dapat dihubungi sejak pagi, sementara wartawan lainnya dilarang memasuki Turki dan dipulangkan kembali, pada hariSenin (18/07).

Penyiar dari stasiun TV itu menyatakan bahwa reporter mereka, Valentin Trushnin, yang dikirim khusus untuk menyiapkan laporan tentang upaya kudeta militer di Turki telah ditahan di bandara Istanbul, setelah itu layanan pers saluran TV tersebut mengatakan bahwa Trushnin berhasil mengirim pesan ke editornya, di mana ia menulis bahwa ia sedang dicari dan bahwa dokumen-dokumennya telah disita
.
Penyiar itu juga menambahkan bahwa rekan Trushnin, Mikhail Fomichev, juga dilarang memasuki Turki.

Trushnin dan saya “bersama-sama datang ke Istanbul melalui Baku. Namun, ketika saya melewati pemeriksaan paspor, ternyata nama saya ada dalam daftar hitam. Seorang karyawan dari kontrol perbatasan memanggil beberapa orang dalam pakaian sipil, dan mereka membawa saya ke beberapa kantor,” jelas Fomichev sebagaimana dikutip oleh penyiar REN TV.

Menurut penyiar tersebut, Fomichev kemudian diberitahu bahwa ia dilarang memasuki Turki, tanpa disebutkan apa alasan keputusan tersebut diambil, dan tidak ada tenggat waktu sampai kapan larangan itu akan tetap berlangsung. Lalu ia dikirim pulang melalui penerbangan berikutnya.

Penyiar itu menambahkan bahwa mereka telah melaporkan penahanan Trushnin ke Kedutaan Besar Rusia di Turki dan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia sekarang terlibat dalam mencari kejelasan lokasi Trushnin.

Pada hari Jum’at, pihak Turki mengatakan bahwa upaya kudeta berlangsung di negara itu. Upaya kudeta digagalkan pada Sabtu pagi, dengan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan bahwa semua pendukung kudeta telah diidentifikasi dan akan ditangkap sampai negara itu kembali normal. Hampir 6.000 orang telah ditahan.

Chanel REN TV adalah salah satu saluran TV federal swasta terbesar di negara Rusia.

loading...